Connect with us

Tanjung Peropa Sebagai Penyangga Kehidupan Ekosistem

Suara Lingkungan

Tanjung Peropa Sebagai Penyangga Kehidupan Ekosistem

 

KONSEL, SUARAKENDARI.COM-Kawasan hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa (SMTP)secara legal formal telah ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 393/Kpts-VII/ 1986 tanggal 23 Desember 1986.

Kelompok hutan Tanjung Peropa ditunjuk sebagai suaka margasat­wa karena merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis de­ngan vegetasi hutan non Dipterocarpacea, hutan belukar, hutan pan­tai dan hutan bakau yang merupakan habitat jenis tumbuhan dan sat­wa liar yang dilindungi seperti anoa (Bubalus sp), rusa (Cervus timo­rensis), monyet hitam Sulawesi (Macaca ochreata), kuskus (Pha­langer sp). Selain itu sedikitnya teridentifikasi 34 jenis burung yang hidup di SM Tanjung Peropa.

Tapi tak hanya soal flora dan founa, suaka margasatwa Tanjung Peropa juga memiliki fungsi pokok dalam menjaga mutu kehidupan manusia yakni sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan serta menjadi wilayah pengawetan keanekaragaman

Dalam fungsinya sebagai wilayah perlindungan sistem penyang­ga kehidupan, kawasan ini memiliki fungsi sebagai pengatur tata air (fungsi hidrologis) bagi wilayah Tanjung Peropa dan sekitarnya. Mata air dari kawasan itu mengalirkan air ke sungai (mulai dari Ulusena, Maretumbo, Rodaroda, Lambangi, Langgapulu serta sungai Laonti) dan dimanfaatkan oleh sekitar 13 desa di wilayah tersebut. (sumber: wwf.or.id)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top