Tambang Liar Marak, Bupati Bombana Resah

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Bupati Bombana H. Tafdil akhirnya menyurati Kapolres Bombana AKBP. Sugeng widodo, terkait maraknya penambang ilegal galian C di Kabupaten Bombana.

Surat yang diteken tanggal 1 Juni 2015 itu, berisi permintaan kepada Polres Bombana agar membantu menghentikan aktivitas penambangan  tanpa mengantongi izin dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bombana.

Dua lokasi yang disebut Bupati,  yakni lokasi penambangan di Langkapa (di atas kantor dinas PU Bombana) dan penambangan diwilayah Tompo Batu, Kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia.

Meski sekian lama beroperasi, tapi penambangan di kedua wilayah ini rupanya belum mengantongi izin operasi produksi. Menurut Tafdil dalam suratnya bernomor 545/1524/2015 ini, kegiatan itu berpotensi merusak lingkungan serta bertentangan dengan Kepmen.PE nomor 1211.K/008/M.PE/1955 tentang pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan pada kegiatan usaha pertembangan Umum.

Yusuf lara, Kepala Distaben Bombana membenarkan hadirnya surat Bupati kepada Polres Bombana tersebut. “Kami minta kepolisian agar segra mengusut tuntas aktivitas ilegal ini,” tukasnya

Menurut Yusuf, selain melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, aktivitas tambang ilegal telah merugikan penerimaan pendapatan Asli Daerah (PAD). (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *