Tak Pernah Ikut Perkuliahan, Ribuan Mahasiswa Ini “Wisuda”

Suarakendari.com – Sebanyak 1300 calon sarjana memadati acara kelulusan yang digelar di UT Convention Center Jakarta, Sabtu Pagi. Mereka mengira hari itu adalah hari pengukuhan kelulusan mereka. Sayangnya kelulusan mereka ini Ilegal.

Acara Kelulusan yang digelar yayasan Aldiyana Nusantara tersebut, ternyata menyalahi aturan Prosedur pendidikan tinggi. Hampir sebagian besar mahasiswa putera puteri daerah tersebut, ternyata sama sekali belum pernah datang ke Jakarta untuk melakukan aktivitas belajar. Mereka hanya diminta membayar uang sebanyak 15 juta rupiah per orang, untuk kuliah jarak jauh via online dan akhirnya dijanjikan ijazah kelulusan.

Ketua Tim Evaluasi Akademik Pendidikan, Prof. Supriadi yang datang keacara kelulusan itupun, langsung menginterogasi sang ketua yayasan. Supriadi Mengungkapkan apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut merupakan praktek jual beli ijazah, karena setelah ditelusuri ternyata tidak ada proses perkuliahan.

“Jadi pertama kita amati perguruan tinggi yang melakukan wisuda kali ini, satu, tidak melapor ke Kopertis kemudian tidak melaporkan ke pangkalan data pendidikan tinggi, kemudian yang ketiga mereka melakukan pembelajaran jarak jauh yang itupun setelah ditelusuri ternyata tidak ada pembelajaran, jadi seperti jual beli ijazah begitu, karena emang tidak pernah pembelajaran.” Jelas Prof. Supriadi Rustat, Ketua Dikti.

Setidaknya ada empat nama perguruan tinggi yang terdaftar diyayasan tersebut yaitu STKIP Suluh Bangsa, STT Telematika, STT Tangerang Raya dan STTE Ganesa. Perguruan Perguruan tinggi ini tidak mengantongi izin dari DIKTI setempat, Mereka bahkan hanya menjalankan sistim perkuliahan Sarjana selama 12 hingga 18 bulan saja, bukanya 4 tahun sesuai aturan yang ada.

Keilegalan perguruan perguruan tinggi ini seolah dikonfirmasi secara langsung oleh mahasiswa mereka yang bahkan tidak mengetahui nilai akhir kelulusan mereka.

” ee IPKnya …tadi belum keluar ya, jadi memang tadi ndak dibagiin IPKnya, jadi baru kelulusan aj.” Kata Dina, Salah seorang Peserta wisuda.

Hingga saat ini DIKTI belum berencana mengambil langkah hukum, kasus kelulusan abal abal ini hanya diselesaikan lewat perjanjian yang menyatakan yayasan akan mengembalikan uang kuliah mahasiswa dan tentunya tidak memberi Ijazah apapun.

Niat mengejar cita cita harusnya diraih dengan cara yang benar, bukan dengan mengambil jalan pintas, sekedar mengejar ijazah kelulusan semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *