Connect with us

Tak Peduli Aturan, PT Bososi Pratama Tetap Angkut Nikel

Suara Lingkungan

Tak Peduli Aturan, PT Bososi Pratama Tetap Angkut Nikel

 

KONAWE,SUARAKENDARI.COM –Moratorium sektor tambang yang dicanangkan pemerintah nampaknya tak diindahkan PT Bososi Pratama, salah satu perusahaan tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara. Perusahaan ini tetap  beroperasi dengan mengantarpulaukan ore nikel ke luar sulawesi tenggara. Aktifitas PT Bososi Pratama ini tercium polisi yang langsung melakukan operasi lapangan.

Kapolres Konawe, AKBP Dr Barito Mulyo Ratmono, dihadapan media saat meninjau lokasi lokasi IUP PT Bososi Pratama, di kawasan Marombo pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, mendapati satu unit tongkang pengangkut ore nikel tengah beraktifitas menuju pulau jawa.

“Kami mendapat informasi dari warga setempat, bahwa, masih perusahaan tambang beroperasi di Konawe Utara, kemudian Kami menindak lanjuti dengan melakukan operasi. Hasilnya, Kami menemukan perusahaan itu ( PT Bososi Pratama) masih melakukan aktifitas. Setelah dikembangkan ternyata diketahui satu tongkang pengangkut ore dalam perjalanan ke jawa. Hari itu juga Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan Cilegon, dimana tujuan akhir kapal tersebut untuk menahan kapal tersebut,” ujar Barito.

Lebih lanjut Kapolres konawe melalui Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Hanif Fatih Wicaksono, mengatakan, PT Bososi juga diketahui melakukan aktifitas di luar kawasan IUP miliknya.

“Saat kami melakukan pengukuran menggunakan GPS, ternyata PT BP ini sudah beroperasi keluar dari kawasan miliknya, sehingga langsung diamankan sejumlah alat beratnya termasuk memeriksa beberapa saksi,” ungkapnya.

Saat ini polres Konawe berhasil mengamankan barang bukti berupa timbunan ore sebanyak 40 ribu matrik ton, 12 metrik ton diantaranya masih berada di lokasi, sementara 28 metrik ton diantaranya diamankan di Pelabuhan Cilegon Banten, selain itu 2 kapal tongkang, 2 takeboat, 4 alat berat dan 1 vesel, termasuk lahan eksplorasi kini sudah di police line. Terkait kasus ini Polres Konawe juga sudah memeriksa 16 saksi dan belum menetapkan tersangka.

“16 saksi yang diperiksa, elum ada tersangka saat ini, tetapi tidak menutup kemungkinan para saksi yang sudah diperiksa, ada yang akan naik status menjadi tersangka, tinggal menunggu hasil pemeriksaan saja,” kata Hanif. Polres Konawe akan terus mendalami kasus tersebut dan memeriksa perusahaan PT Otto Mitra Pratama, yang lokasi IUP-nya diseorobot, guna memastikan apakah ada keterkaitan kerja sama dengan pihak PT Bososi. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top