Connect with us

Tak Bisa Memilih, Napi di Rutan Kendari Mengamuk

Hukum & Kriminal

Tak Bisa Memilih, Napi di Rutan Kendari Mengamuk

KENDARI, SUARAKENDARI. COM – Ratusan warga binaan di rumah tahanan (Rutan) Klas 11A Kendari, Rabu (9/4/2014) mengamuk, karena tidak mendapat surat suara pada pemilu legislatif.

Mereka melampiaskan rasa kecewa dengan menyegel tempat pemungutan suara (TPS), yang berada di lapangan rutan tersebut. Para narapidana keluar dari blok masing-masing dan berkumpul di lapangan rutan tersebut.
Mereka berteriak dan mencoret kardus dengan tulisan berisi makian kepada KPU. Meski tak ada kerusakan dalam rutan tersebut, warga binaan meminta kepada petugas rutan untuk menghadirkan komisioner KPU dan Panwaslu.

Aksi ratusan narapidana terkendali, setelah petugas kepolisian mengamankan rutan klas 11 Kendari.

“Mana itu KPU, Kami ini warga negara indonesia dan memilih hak azasi untuk memilih. Pemerintah menganjurkan warga untuk tidak goput, kenapa kami dipaksa untuk golput,” teriak salah satu napi, Zulkifli Tahrir.

Dari 400 lebih narapida dalam rutan klas 11A Kendari, kata Zulkifli, hanya ada 57 orang yang memiliki surat suara. Padahal mereka memiliki KTP dan surat domisili.

“Rata-rata di sini punya hak untuk memilih, kami juga ingin punya keterwakilan di pusat. Warga binaan juga merupakan elemen dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Mewakili para napi di rutan klas 11A Kendari, Zulkifli meminta kepada KPU agar mengakomodasi mereka untuk memilih. Meski terlambat, jangan sampai menghilangkan hak azasi para narapidana.

Kepala Rutan Klas 11A Kendari, Masudi dan beberapa petugas kepolisian berusaha menenangkan para warga binaan, sambil menunggu kedatangan komisioner KPU setempat.

Menurutnya, dari 433 penghuni rutan kelas II A Kendari, hanya 57 orang yang terdaftar dalam daftar pemilihan tetap (DPT) yang dikelurkan oleh KPU Kota Kendari. Dari 57 orang yang terdaftar dan memiliki formulir C-6, hanya 56 orang yang menyalurkan hak suaranya hari ini karena seorang lainnya telah dinyatakan bebas.

Sementara itu, dihadapan ratusan warga binaan, Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu, menjelaskan bahwa, tidak terdaftarnya ratusan tahanan tersebut karena mereka tidak memiliki identitas seperti KTP.

Ia menyarankan, para tahanan untuk menyalurkan hak suaranya ke TPS terdekat dari rutan, tapi tidak ada jaminan keamanan.

“Kami bisa salurkan surat suaranya sepanjang yang bersangkutan bisa dibawa keluar di TPS-TPS terdekat dari rutan, karena surat suara di sini tidak cukup hanya 57 lembar surat cadangannya hanya dua lembar. Kami masalahnya adalah administrasi,” jelasnya.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top