Connect with us

Tafdil Minta Warisan Leluhur Moronene Dilestarikan

Uncategorized

Tafdil Minta Warisan Leluhur Moronene Dilestarikan


BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Bupati Bombana H.Tafdil,SE, MM menghimbau kepada warga Kabupaten Bombana bersama budayawan dan pemangku kepentingan agar mempertahankan ciri khas daerah Moronene mulai dari motif-motif ukiran supaya tidak terlupakan. Hal itu ditegaskan bupati ketika membuka acara Seminar Pengembangan Nilai Dan Geografis SEJARAH PERADABAN MORONENE Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.

“Ciri khas penting sekali kita gali dari warisan leluhur.Mari kita ramu ciptaan leluhur sehingga keasliannya tetap terjaga. Banyak hal yang harus digali. Sehingga kita memiliki jati diri sebagai warga Kabupaten Bombana. Pemerintah Kabupaten Bombana siap memfasilitasi” Kata bupati.

Tafdil mencontohkan, diawal pemerintahannya telah berhasil melakukan seminar serupa untuk mengangkat ketingkat nasional sejumlah motif-motif khas Moronene. misalnya motif Bosu-Bosu, Motif Burisininta dan Motif Sosoronga. Berkat kerja keras dan dukungan semua pihak tiga motif yang disebutkan tadi telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan Ham dan sebagai pemilik Hak Cipta adalah warga Moronene di Bombana. dan ini merupakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang harus di jaga, Ibu Menteri Dalam Negeri Vita Gamawan Fauzi sangat kenal dengan motif kita. Ujarnya lagi.

Maraknya pembajakan atau penjiplakan karya-karya seni akhir-akhir ini juga menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bombana. dan saat ini salah satu karya seni warisan leluhur yang dibajak adalah Tarian Lumense. “Silahkan di mainkan tariannya. Boleh penarinya dari mana saja akan tetapi keasliannya tetap dipertahankan dan rujukannya tetap dari daerah Moronene Bombana” kata bupati.

Seminar yang difasilitasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bombana ini merupakan kerja sama Universitas Haluoleo Kendari. Berkat dukungan sejarahwan di Unhalu naskah-naskah dari Belanda bisa didatangkan. Ketua Tim Peneliti Drs. H. Rekson S. Limba, M.Si. mengapresiasi besarnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bombana dalam melestarikan Budaya Moronene. Meski diakui mantan dekan FISIP Universitas Haluoleo ini dalam mengumpulkan sumber-sumber tertulis menemui kendala teknis’ “Sumber tertulis yang terpublikasi secara resmi sangat langka. Dokumen-dokumen yang dikumpulkan berupa arsip-arsip dan sejumlah naskah-naskah Sejarah Moronene dari Belanda.” Kata Rekson.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bombana, Janariah, S.Sos.mengungkapkan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya merupakan program rutin Dinas Pariwisata Bombana. Sebagai SKPD yang bertangungjawab dibidang Kebudayaan akan terus berupaya untuk menjalin kerjasama semua pihak sehingga warisan leluhur dapat dijaga dengan cara mengungkapkan dalam bentuk tulisan, dan dibukukan.

Ditemui disela-sela acara seminar. Juru Tulis Dewan Adat Moronene (DAM) Kabupaten Bombana Anton Ferdinan, mengungkapkan, SKPD yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pelestarian nilai-nilai Budaya Moronene di Kabupaten Bombana telah selangkah lebih maju dalam upaya mendokumentasikan warisan lelluhur. Saat ini banyak catatan-catatan sejarah dan peradaban tapi hanya dijaga dan dipelihara oleh juru tulis distrik-distrik dari Mokole Moronene. “Nah ini penting untuk segera di bukukan melalui penelitian-penelitian ilmiah,”kata Anton. (AP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top