Connect with us

Surat Suara Wajib Pilih “Buta Huruf” Banyak Tak Tercoblos

Hukum & Kriminal

Surat Suara Wajib Pilih “Buta Huruf” Banyak Tak Tercoblos

KONAWE, SUARAKENDARI.COM – Pemilihan umum (Pemilu), yang digelar serentak di seluruh Indonesia, 9 April 2014, masih menyisahkan berbagai masalah, untuk di Wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi tenggara, Paniti Pengawas Pemilu (Panwas) Konawe, merilis, Ratusan surat suara Tidak sah, akibat tidak tercoblos, berdasarkan pantauan di lapangan hal tersebut akibat minimnya pengetahuan membaca “Buta Huruf” oleh sebagian wajib pilih Konawe.

Di temui di ruangannya, Kamis (10/40), Divisi Penindakan Pelanggaran Panwas Konawe, Ulil Amri, mengatakan, hal tersebut berdasarkan Pantauan ditemukan di Dapil I Konawe, yakni Kecamatan Sampara, 28 TPS, Bondoala, 19 TPS, Soaorpia 19 TPS, Lalonggasmeeto 11 TPS, Kapoiala 12 TPS, di temukan banyak pemilih tidak mencoblos, surat suara yang hanya menampilkan Nomor dan Nama dari Caleg.

 

“waktu kami turun ke lapangan, kebanyakan warga wajib pilih yang kami temui, mengatakan tidak mencoblos beberapa surat suara, karena beberapa faktor yaitu karena tidak tahu membaca dan mungikn karena sengaja tidak di coblos, Dalam tiap TPS kami mencatat kurang lebih  antara 30 sampai 50 di Dapil I, surat suara tidak sah, Ujar Ulil Amri.

Senanda dengan rekanya, di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengawasan, Panwas Konawe, Havida Dachlan, menuding sosialisasi yang dilakukan KPU tidak merata, sehingga masih terdapat wajib pilih bingung dalam menyalurkan hak pilihnya. “Mestinya, bagi yang memiliki keterbatasan dalam menyalurkan hak pilihnya, mendapatkan pendampingan dari anggota KPPS setempat setelah mendapat persetujuan saksi,” Ujar Havida.

Permasalahan lain, panwas menilai, PPK dan KPPS tidak maksimal dalam melaksanakan Bimbingan Tekhnis (Bintek) kepada para anggota KPPS.”Yang di bintek hanya Ketua KPPS saja, sehingga dalam pelaksanaan banyak anggota yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik,” ujar Perempuan Berhijab tersebut.

Lebih lanjut Havida mengungkapkan, banyak wajib pilih yang terkecoh dengan kampanye para caleg yang dimuat melalui baleho dan alat peraga lainnya. “kami mengambil contoh, di kecamatan soropia, ada salah seorang warga wajiob pilih yang mengaku tidak bisa membaca nama, apalagi selama ini para caleg lebih banyak mensosialisasikan gambar dalam baliho,ujarnya (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top