Connect with us

Soal Pungutan, BKD Muna Menuai Sorotan

Daerah

Soal Pungutan, BKD Muna Menuai Sorotan

SUARAKENDARI.COM-Pengurusan Kartu Pegawai (Karpeg) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muna, yang lolos melalui jalur Kategori II (K2) diduga syarat dengan pungutan. Kepala BKD Muna, Sukarman Loke pun mengakuinya.

Sukarman berkilah pungutan tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum di BKD Muna saat para pegawai K2 datang mengurus Karpeg dan diberikan secara ikhlas alias tanpa paksaan.

“Mungkin karena pelayanannya bagus atau prosesnya yang cepat sehingga mereka (PNS K2 red) memberikan sejumlah uang dengan ikhlas . Saya tidak memerintahkan, namun perlu diakui bahwa terkadang staf mengambil uang tersebut tanpa ada unsur paksaan” ungkap Sukarman, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Karena menjadi bola panas, apalagi menghadapi momentum Pilkada Muna, ungkapnya, pihaknya memerintahkan untuk menghentikan pengurusannya.

“Kalau saya tau ada staf yang menerima imbalan, apalagi memaksa, maka saya akan copot dari jabatannya, karena itu merupakan pelanggaran,” tegasnya.

Kebiasaan memberikan uang dengan proses cepat ujarnya sudah menjadi kebiasaan, sehingga sulit untuk dihilangkan.

“Kalau terbukti kami meminta uang segera lapor ke polisi,” tantangnya.

Kendati berdalih tidak mengetahui adanya pungutan kepada para tenaga honorer K2 di BKD Muna, namun sejumlah kritik mengalir dari masyarakat. Salah satunya diungkapkan Ketua LSM Lembaga Pemerhati Hak Asasi Manusia (Lepham), Alfan. Menurutnya, pemberian uang dalam pengurusan berapapun jumlahnya tidak diperbolehkan. Apalagi tindakan itu terjadi dalam proses pengurusan kepegawaian.

“Walaupun atas dasar keikhlasan dari para pegawai yang mengurus, itu tidak diperbolehkan, sekalipun jumlahnya hanya berkisar Rp50 dampai 100 Ribu. Kenapa itu tidak bisa, karena Kerpeg merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah , dalam hal ini BKD Muna,” jelasnya.

Alfan menjelaskan, apapun bentuknya, pemberian uang itu bisa saja masuk pada kategori pungutan, karena dimaksudkan untuk memperkaya diri sendiri. Seharusnya lanjut Alfan, mereka bekerja dengan baik dan menunaikan tupoksinya.

“Sementara waktu, kami sementara mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk diusut tuntas sampai di kejari Raha,” tandas Alfan.(man/MD)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top