Connect with us

Soal Jalan Rusak, DPRD Bombana Dinilai Mandul

Uncategorized

Soal Jalan Rusak, DPRD Bombana Dinilai Mandul

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Sungguh memiriskan kualitas pengaspalan jalan poros Dongkala-Lengora di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Belum lama dikerja, pengaspalan mulai rusak.

Sejumlah ruas jalan dilaporkan terkupas dan berlubang. Anehnya, pengaspalan baru selesai dikerja, sekitar Oktober 2014 lalu. Tapi Mega proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Kecamatan Kabaena Timur dan Kabaena tengah itu sudah rusak

Amburadulnya model pengaspalan di Pulau Penghasil Nikel Bombana ini disayangkan sejumlah pihak. Lebih ironinya lagi, ketika prahara ini mencuat dan dikeluhkan sejumlah masyarakat. Namun Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana seolah acuh alias tutup mata cermati persoalan.

Buktinya, sekian lama bentuk pengaspalan di Kabupaten Bombana amburadul, namun tak satupun respon atau kiat yang diperlihatkan para anggota Dewan yang mengaku mewakili rakyat ini.

Lembaga yang tupoksinya mengontrol jalannya pemerintah dan pemvangunan ini, disebut-sebut lemah menjalankan fungsi normatifnya selaku legislatif.

Diamnya DPRD  Bombana ini dikecam oleh LSM Pemantau infrastruktur Pedesaan (LPIP) Sultra. Aziar Koordinator Investigasi LPIP menaruh curiga atas sikap Dewan yang enggan menyoroti pengaspalan di Bombana

“Ini aneh, sejumlah masyarakat sudah keluhkan kualitas pengaspalan di Kabaena yang tidak beres itu, tapi DPRD-nya diam. Kalau begini pincang dong. Semua bisa melakukan apa saja tanpa kontrol yang berarti. Ini sikap Dewan yang lemah,” kritik Aziar

Menurutnya, jika Dewan berpihak ke rakyat dan pembangunan, mestinya DPRD berang amati rendahnya kualitas proyek. “Mereka itu dibekali alat kelengkapan yang dilindungi oleh Undang-Undang. Harusnya item ini dipergunakan.  Jangan hanya tahu keluar daerah, baru kontrol pembangunan di internal daerah minim,” tegasnya.

Aziar berharap Dewan lekas menginvestigasi proyek pengaspalan yang selalu bermasalah di Kabupaten Bombana. Satu diantaranya  yakni proyek pengaspalan Lengora-Dongkala yang menelan APBD 2014 sekira 5,1 Miliar.

“Persoalan kualitas aspal yang rendah ini ibarat visrus akut yang kerap berulang di Kabupaten Bombana. Ini harus lekas dicermat oleh Dewan,” tegasnya. DAR

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top