Connect with us

Siswi Korban Asusila Alami Trauma

Uncategorized

Siswi Korban Asusila Alami Trauma

KENDARI, SUARAKENDARI. Com- Polisi masih menemui kendala dalam menangani perkara tindakan asusila, yang diduga dilakukan oleh seorang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Konawe Selatan. Pasalnya, hingga kini saksi korban yakni para siswi belum juga memenuhi undangan pemeriksaan.

Kapolsek Konda, Inspektur satu (Iptu) Alvin mengatakan, pihaknya telah melayangkan panggilan pemeriksaan kepada korban sejak kemarin. Namun yang datang hanya orang tua korban.

“ Kami tunggu sampai jam 4 sore saksi korban belum juga datang, padahal keterangan korban yang mengalami langsung tindakan asusila guru tersebut, tidak bisa di-BAP kalau orang tua korban yang memberi keterangan mbak,” terang Kapolsek Konda, Selasa (4/3/2014) ditemui usai simulasi pemilu di eks MTQ Kendari

Pihaknya kata Alvin, masih mengamankan tersangka guru Madrasah di Polsek. Meski dalam aturan polisi mengamankan 1×24 jam tersangka sambil menunggu pemeriksaan saksi korban.

“ tersangka tidak mengaku telah melakukan pelecehan terhadap siswinya, namun kami tidak langsung percaya. Nah keterangan saksi korban itu penting untuk memenuhi unsur tindak pidana oleh guru tersebut,” tegasnya.

Namun demikian lanjut Alvin, pihaknya berencana akan mendatangi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Konda untuk meminta keterangan para siswi yang diduga menjadi korban tindakan asusila sang guru.

Di tempat terpisah, orang tua korban yang enggan namanya dipublikasi mengatakan, pihaknya tidak mau jika anaknya diperiksa polisi. “ saya khawatir dengan psikologis anakku kasian kalau harus ditanya-tanya,” ungkapnya singkat melalui telepon selulernya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari Anselmus AR. Masiku dimintai pendapatnya mengenai hal itu mengatakan, sebenarnya dalam kasus anak yang menjadi korban tindak pidana asusila, khususnya UU perlindungan perempuan dan anak telah mengatur bahwa korban wajib didampingi oleh pendamping

“ Bisa org tua, organisasi atau pengacara. Tetapi karena perkara ini kemungkinan anak atau saksi korban mengalami trauma atas tindakan asusila, maka terlebih dahulu diberikan penyembuhan trauma atau trauma healing,” jelas Ansel.
Dalam kasus ini menjadi tugas penyidik untuk mencarikan psikolog bagi anak-anak yang menjadi korban tindakan asusila.

“ selama ini yang terjadi jika ada trauma untuk kasus tindak asusila yang korbannya anak-anak, penyidik tidak mendahului dengan trauma healing. Namun yang dilakukan langsung memeriksa saksi korban,” tambahnya.

Sebelumnya, seorang guru pria sebuah madrasah ibtidaiyah negeri Lambusa, Kabupaten Konawe Selatan berinisial EF (40), diamakankan polisi karena diduga berbuat asusila terhadap siswinya.
Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan perbuatan guru tersebut ke Polsek Konda, Senin (3/3/2014).

Aksi bejat sang guru kelas itu diduga telah berlangsung lama karena siswi yang mengalami hal yang sama terungkap sekitar 10 siswi.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top