Connect with us

Sidang Perambahan Hutan, Mantan Plt Bupati Kolaka Lepas Tangan Saat Bersaksi

Suara Lingkungan

Sidang Perambahan Hutan, Mantan Plt Bupati Kolaka Lepas Tangan Saat Bersaksi

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Sidang kasus perambahan hutan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan tambang nikel di Kecamatan Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara terus dilakukan. Hari ini mantan pelaksana tugas Bupati Kolaka, Amir Sahaka dihadirkan dalam perisadangan sebagai saksi. Namun saat proses siding, dirinya mengaku lepas tangan atas apa yang telah diperbuat oleh perusahaan tambang tersebut.

 Bahkan Amir Sahaka mengatakan status tersangka yang disematkan saat ini oleh sejumlah tersangka, termasuk satu warga Negara asing asal China adalah resiko dari perbuatan mereka sendiri. “Resiko mereka karena menambang di kawasan itu, di Blok Lapa-papo, Kecamatan Wolo. Itu tanggung jawab mereka,” katanya, Kamis (24/04/2014).

 Amir Sahaka sendiri dilibatkan dalam pemberian saksi dalam kasus ini sebab saat menjabat sebagai pelaksana tugas Bupati dirinya telah mengeluarkan Surat Keterangan nomor 502 yang dimana dalam surat itu menunjuk titik kordinat perusahaan tambang PT. Wajah Inti Lestari. “Yang saya tahu SK 502 itu sama sekali tidak ada persoalan. Tapi kalau SK yang lain saya tidak tahu persis sebab bukan saya yang keluarkan. Yang jelasnya saya hanya mengeluarkan SK 502 itu,” tambahnya.

 Dia juga menjelaskan bahwa saat SK 502 terbit memang titik kordinat izin PT. WIL masuk dalam HPT, namun seharusnya perusahaan itu harus mengurus izin ke Kementerian Kehutanan sebelum melakukan pengolahan tambang. “Bagi saya tidfak ada masalah asalkan perusahaan tersebut menguru izinnya dulu. Dan ada kewajiban perusahaan untuk bbermohon terkait hal tersebut,” tegasnya.

 Ditempat yang sama, juga hadir Kabid Penguasaan Tambang Distamben Kolaka, Suwarto. Secara singkat dirinya mengatakan dalam blok Lapa-pao yang saat ini menjadi objek masalah memang telah diolah perusahaan lain jauh hari sebelum adanya PT. WIL di lokasi itu. “Saat ada temuan hutan lindung yang gundul PT. WIL belum punya izin,” ucapnnya secara singkat.

 Dalam agenda sidang saat ini hanya mendengarkan kesaksian dari sejumlah pihak yang disinyalir mengetahui kronologis perambahan kawasan hutan tanpa izin tersenut. Memang dalam kasus ini terlibat sejumlah pihak, diantaranya Bahtiar, Direktur PT. Wajah Inti Lestari selaku menegang izin usaha pertambangan didaerah Kecamatan Wolo. Selain itu ada juga satu tersangka beranama Chang, warga asal Negara China.

 Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa khusus untuk tersangka warga Negara China, Chang masih menemui sejumlah kendala, diantaranya adalah juru bahasa. (ABDI)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top