Sertifikasi Guru akan Dikaji Ulang

JAKARTA, SUARAKENDARI-Kabar terbaru bagi para tenaga pendidik di Indonesia. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud) akan mengkaji kembali pelaksanaan sertifikasi guru yang sudah berlangsung beberapa tahun belakangan.

Sebagaimana dilansir situs media online JPNN, pengkajian akan dilakukan pada dua kelompok sertifikasi guru yang telah diangkat sebelum UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan guru yang diangkat setelah UU akan dikaji ulang oleh . 70 ribu kuota telah ditetapkan dan akan dilakukan kembali untuk memenuhi kuota sertifikasi pendidik tahun 2015 yang baru terisi sebanyak 63 ribu guru.

Dirjen GTK Kemendikbud Sumarna Pranata, mengungkapkan bahwa untuk ke depannya sertifikasi pendidik akan mengacu pada kompetensi guru yang dimiliki. “Kami akan lihat kembali apakah betul-betul guru yang sudah dapat sertifikat benar-benar kompeten, yaitu dengan cara memperbaiki Uji Kompetensi Guru (UKG) secara komprehensif,” ungkapnya, Senin (22/6).

Perbaikan UKG akan mengacu kepada hasil UKG yang diterima guru. “UKG yang sudah ada akan dilihat, siapa yang bagus dan tidak, sehingga dapat kami jadikan diagnostik, mereka tidak bagusnya dimana,” ujarnya.

Selain itu, Dirjen Pranata menambahkan bahwa hasil UKG juga akan berfungsi sebagai tes penempatan pelatihan kompetensi guru.

“Kami akan menggunakan peningkatan kompetensi berkelanjutan yaitu guru akan dilatih sesuai dengan klaster kemampuan guru. Tadinya sudah ada empat klaster, seperti pelatihan dasar, menengah, lanjut dan tinggi. Kita perbaiki bisa saja sepuluh klaster, berdasarkan kompetensi guru itu,” pungkasnya. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *