Connect with us

Seri Kendari Undercover (2)

Investigasi

Seri Kendari Undercover (2)

KENDARI,SUARAKENDARI.Com-Mawar (20) nampak elegan dalam balutan busana casual. Jeans ketat yang dipadu blus merah maron terlihat pas dengan dengan kulitnya yang bersih dan putih. Sebuah Penampilan warga kota kelas ekonomi menengah. Begitulah kesan yang tertangkap saat Suara Kendari bersua dengannya disebuah warung kopi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, saat  malam baru beranjak.

Tapi siapa sangka remaja yang nampak selalu ceria ini adalah seorang penyedia jasa wanita untuk lelaki hidung belang. Ia cukup dikenal dikalangan se-profesinya. Penyebabnya, Mawar tak pernah kekurangan persediaan gadis remaja. Para pelanggannya pun tak ragu-ragu memuji servis “anak buah” Mawar yang selalu bisa memuaskan dahaga seks mereka.

Sejatinya, Mawar (nama samaran), berprofesi sebagai Ladies Operator atau pelayan tamu disalah satu rumah karaoke di Kota Kendari. Profesi sebagai penyedia jasa wanita pelayanan lelaki hidung belang belum lama ia geluti. Praktek itu baru ia jalani sejak satu setengah tahun yang lalu.

Mawar menghisap sebatang rokok dalam-dalam lalu menghembuskannya dalam nafas yang berat. Kepulan asap rokok perpendar diudara. Mawar lalu berkisah perihal awal mula ia terjun dalam bisnis hitam ini.

Semula Mawar hanyalah gadis desa pada umumnya yang lugu dan menganggap tabu soal seks diluar nikah. Keluarganya di salah satu desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terperangkap dalam kemiskinan. Kedua orang tuanya tidak punya penghasilan tetap untuk membiayai dirinya dan kedua saudaranya. Ayahnya hanyalah seorang buruh disebuah perusahaan kelapa sawit. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Diam-diam keinginan bungsu dari tiga bersaudara untuk membahagiakan orang tuanya tertanam dalam hati mawar. Tapi ia hanyalah seorang gadis desa yang tidak punya pendidikan yang cukup sebagai modal awal untuk mencari pekerjaan yang layak. Kehidupan keluarga mereka makin berantakan manakala sang ayah diberhentikan sebagai buruh. Dan belakangan meninggalkan ibunya untuk menikahi perempuan lain. Sementara saudara perempuannya yang telah menikah memilih mengikuti suaminya ke desa lain, sang kakak lelaki juga memboyong isterinya ke desa yang berbeda. Kehidupan ekonomi mereka pun semakin memprihatinkan.

Remaja yang masih mengecam pendidikan di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Konawe, harus mengambil keputusan sulit. Ia memutuskan meninggalkan bangku sekolah.

“saya berhenti sekolah sejak kelas dua SMK  setelah orang tua cerai, setelah itu saya ikut Ibu dan menjadi tulang punggung keluarga. Saya lalu kerja sebagai penjaga counter penjualan pulsa milik orang tua teman sekolahku,” kisahnya.

Semasa bekerja sebagai penjaga counter inilah, ia berkenalan dengan seorang pemuda yang sehari-hari bekerja di Kota Kendari. Lambat laun benih cinta bersemi dihati keduanya.

“saya sering diajak pacar turun di kendari main-main ke tempat pacar saya bekerja,” papar Mawar.

Belakangan ia juga tahu jika pacarnya bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah karaoke. Karena sering datang ketempat kerja sang kekasih, tanpa ia duga manager sang pacar menawarinya pekerjaan sebagai pelayan tamu. Ia pun segera memberitahukan kabar itu kepada sang pacar.

“tapi pacarku tidak mau kalau saya juga kerja ditempat karaoke. Waktu itu yang dipikiranku hanya saya butuh uang untuk makan. Gaji dari jaga counter pulsa tidak cukup, saya tidak bisa tolak kesempatan ini karena gajinya lebih baik dibanding sebagai penjaga konter. Kesimpulannya saya tetap terima bekerja sebagai pelayan tamu,” ujarnya. Sekali lagi ia ia menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya.

“Tetapi akibatnya saya harus putus dengan pacarku,” katanya dengan suara serak.

Rumah karaoke yang teletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,  tempat ia bekerja, diakui Mawar sering menjadi praktek prostitusi terselubung. Beberapa pelayan seperti dirinya masih kategori anak bawah umur. Meski disadari oleh pemilik karaoke, hal itu tetap dibiarkan terjadi. Dari sana pula ia mulai mengenal beberapa lelaki hidung belang dengan segala polah tingkah mereka. Bahkan tidak jarang ia mendapat rayuan dari mereka yang sudah dipengaruhi alkohol.

Karena selalu menolak, Mawar lalu diminta jasanya oleh beberapa diantara lelaki hidung belang untuk dicarikan gadis remaja yang mau diajak jalan. Dan ia pun menyanggupi.

“Saya kenal dengan beberapa ABG (Anak Baru Gede,-Red) yang sering main kesini. Ada yang masih SMA ada juga yang sudah berhenti sama seperti saya,” Ungkapnya.

Setelah sekali transaksi dan hasilnya cukup lumayan, Mawar pun terlena  menjalankan profesi ini. “tugas saya hanya mengenalkan, dan mengatur jadwal pertemuan,” ujarnya sembari tersenyum simpul.

“biasanya mereka menolak kalau ketemu di hotel. Mereka lebih suka main ditempat kost,” urainya.

Lambat laun, makin banyak saja remaja perempuan yang meminta jasa mawar untuk untuk dicarikan pria hidung belang.

“ada tidak secara langsung atau lewat teman, tapi ada juga yang tidak malu-malu langsung menawarkan diri.  masalah harga mereka sendiri yang tentukan. saya cuman memfasilitasi ketemuannya,” kata Mawar.

Kini kehidupan Mawar terbilang mapan diusianya yang masih muda. Kamar kost-nya di daerah Kemaraya, Kota Kendari, memiliki fasilitas yang cukup. Kebutuhan ekonomi keluarganya juga ia pastikan selalu terpenuhi. Ibunya yang masih tinggal di desa tidak lagi hidup dalam kemiskinan yang menyedihkan.

Ia tahu anak bungsunya telah bekerja keras untuk menghidupinya. Ia juga tahu jika putri kebanggannya itu bekerja di sebuah rumah karaoke. Tapi satu yang ia tidak ketahui adalah mawar juga berprofesi sebagai penyedia jasa perempuan untuk lelaki hidung belang. Dari lubuk hati mawar tersimpan rasa bersalah terhadap sang ibu. Ia juga berkeinganan suatu saat dapat keluar dari kehidupan maksiat ini dan hidup secara normal dengan penghasilan yang lebih baik. (MAN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Investigasi

To Top