Semburan Awan Panas Gunung Karangetang, Mulai Rambah Pemukiman

Suarakendari.com, Ondong – Semburan awan panas yang dimuntahkan Gunung Karangetang, sudah mulai merambah hingga kepemukiman Warga,Rabu (16/9/2015). Mengantisipasi Jatuhnya Korban Jiwa, Pemerintah Kabupaten Sintaro, Mengungsikan 133 Warga Kali Batuawang, Kel. Bebali, Kec. Siau Timur.

Kepala BPBD Bob Wuaten, mengatakan, warga Kali Batuawang Kola-Kola tercatat 73 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 113 jiwa.

Warga sebenarnya telah diingatkan untuk tidak kembali kerumah. sebab lokasi tersebut sudah tidak layak huni. Namun warga tetap bersikukuh untuk pulang kerumah.

“kami telah menghimbau warga agar tanggap bencana dengan menjauhi zona merah karena aktivitas gunung meningkat,” kata Wuaten mengingatkan.

Saat bersamaan, Camat Siau Timur Wilman Pangulimang juga mengatakan pihaknya langsung mengevakuasi warga dusun Kola Kola, akibat adanya ancaman Awan Panas.

“Mereka ditampung di lokasi Gedung Museum Ulu. Selain itu, ada juga yang memilih menginap pada keluarga mereka di lokasi yang aman,” jelasnya.

Menurut Didi Bina, petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Hingga kini status Gunung Karangetang masih tetap di level Siaga. Akan tetapi, ada peningkatan aktivitas guguran lava. Sehingga berpotensi adanya hembusan awan panas.

Dia menyatakan dari jam 06.36 hingga 17.00 Wita, tercatat telah terjadi hembusan awan panas sebanyak 24 kali. Adapun hembusan paling besar terjadi pukul 13.19 waktu setempat, dengan jarak luncur 650 meter dari ujung leleran atau 3100 meter dari puncak.

“Capaian awan panas belum sampai di pemukiman warga. Masih sekira 400 meter dari dusun Kola-Kola. Meski demikian, warga harus menjauhi wilayah tersebut,” kata dia, di Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Kampung Salili Kecamatan Siau Tengah, Rabu (16/9/2015).

dia juga meminta , warga yang berdomisili di seputaran Kali Kahetang, Kelurahan Tarorane agar tetap waspada.

“Lokasi tersebut juga rentan terjadinya hembusan awan panas. Karena itu, kami melakukan koordinasi dengan Pemkab Sitaro, agar memberi himbauan kepada warga untuk waspada,” timpalnya.

Sementara itu, meningkatkan aktivitas Gunung Karangetang, membuat sejumlah warga Kelurahan Bebali dilanda perasaan gundah. Sebab, kondisi ini mengingatkan mereka pada terjangan awan panas pada bulan Mei 2015 lalu.

Saat itu, Dusun Kola-Kola diluluhlantakan oleh awan panas yang membuat rumah warga rusak parah dan perkebunan menjadi kering.

“Dengan kondisi ini membuat kami waswas. Karena awan panas merupakan momok yang menakutkan bagi warga,” ungkap Abednejo Anthoni, warga Kelurahan Bebali.

Sementara itu , Bupati Sitaro Toni Supit, menambahkan, apa yang sudah disampaikan oleh pihak Pos Pengamatan Gunung Karangetan dan BPBD, bisa diperhatikan oleh warga. “Hal ini untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata bupati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *