Connect with us

Sektor Tambang Kolut Menurun 80 Persen

Uncategorized

Sektor Tambang Kolut Menurun 80 Persen

 

KOLAKA,SUARAKENDARI.Com- Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara serta Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 20/2013 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral, Kabupaten Kolaka Utara mengalami devisit Pemasukan Daerah.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan Kolaka Utara, Nur Rahman, PAD Kabupaten tersebut menurun sekitar 80 persen dari sektor tambang.

 “Itu sudah sangat jelas ada penurunan yang drastis. Apalagi kita di Kolaka Utara ini memang sejak beberapa tahun terakhir mengandalkan PAD dari sektor tambang, terutama tambang bahan baku nikel. Penurunannya itu lebih dari 80 persen. Ditahun 2013 laluy sebelum aturan ini berlaku itu kita bisa mencapai Rp. 62 Milyar PAD. Ditahun ini akan turun hingga 80 persen.,” ucap Nur Rahman, Kadis Pertambangan Kolaka Utara, Rabu (05/05/2014).

 Dia juga menambahkan terhentinya aktifitas tambang di Kolaka Utara akan mempengaruhi sejumlah kegiatan yang telah diprogramkan. “Dampaknya juga terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah kita rencanakan. Pasti akan banyak item kegiatan yang terhenti karena kekurangan dana. Kan yang godok item kegiatan itu Bappeda dan pastrilah ada item yang tidak bisa terlaksana,” tegasnya.

 Dia juga memberikan contoh pada tahun 2012 lalu dari sector tambang mampu meraup PAD hingga Rp/ 45 Milyar dari target Rp. 37 Milyar. “ Saya berharap dari sektor pertambangan semoga ada regulasi yang kembali mengatur jalannya perusahaan tambang sambil berusaha untuk membangun pabrik. Karena seketika ini pula diterapkannya aturan baru itu maka sector tambang berhenti dengan sendirinya pada tahun anggaran ini,” jelasnya.

 Di Kolaka Utara sendiri terdapat sejumlah titik pertambangan bahan baku nikel, contohnya di Desa Totallang. Sementyara perusahaan yang dulunya beroperasi sekitar lima perusahaan. Distamben mengklaim hal ini juga berdampak langsung kepada masyarakat yang bermukim disekitar lokasi tambang maupun perputaran ekonomi di Kolaka Utara.

 “Sangat besar pengaruh langsungnya, contohnya meningkatnya angka pengangguran. Sebab masyarakat di dekat lokasi tambang itu dlu merteka bekerja diperusahaanan. Belum lagi perputaran ekonomi di Kolaka Utara. Cumas hitungan-hitungan pastinya itu bisa kita cek di Dinas Tenaga Kerja,” tutupnya.  ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top