Sekolah Lapang Benih Mandiri Gelar Panen Raya dan Temu Lapang

0

Suarakendari-Kegiatan Sekolah Lapang mandiri kedelai di Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe melakukan Panen dan Temu Lapang yang dihadiri ± 70 orang peserta yang terdiri dari Kepala Balitkabi Malang yang diwakili oleh Prof. Didik Harnowo, Kepala BPTP Balitbangtan Sultra, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Konawe, Kepala Balai Proteksi Tanaman pertanian Kabupaten Konawe, Camat Pondida, Kepala BP3K Kecamatan Pondidaha, UPTD pertanian Kab. Konawe, Peneliti, penyuluh BPTP Balitbangtan Sultra, Penyuluh kecamatan, dan gapoktan wilayah kecamatan pondidaha.

Dalam sambutannya, kepala balai mengatakan, kegiatannya sekolah lapang mandiri benih awalnya dari kegiatan model mandiri benih, namun kegiatan tersebut menunjukkan progres atau kemajuan yang cukup baik dilihat dari bagaimana memproduki benih dengan melihat teknologi budidaya kedelai khususnya dalam menghasilkan benih sehingga dtingkatkan lagi menjadi SL mandiri benih kedelai. “Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menghasilkan benih, setidaknya mampu memenuhi kebutuhan diwilayah sendiri yang selanjutnya bisa memnuhi untuk di wilayah lainnya. Untuk periode April- Sept ± 4000 ha yang potensi untuk perbenihan kedelai, dan target Sultra untuk luasan perbenihan kedelai adalah mencapai 1000 Ha,”ungkapnya. Pada kegiatan SL-mandiri kedelai ada dua varietas yang dikembangan di lokasi yaitu varietas Detap dan anjasmoro yang tahan pecah polong.

Selanjutnya dikatakan Profesor Didik Harnowo, selaku penanggung Kegiatan Sekolah Lapang mandiri benih kedelai di pusat kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara BPTP Balitbangtan Sultra dengan Balitkabi Malang, yang dilaksanakan pada 9 (Sembilan) provinsi salah satunya adalah provinsi Sulawesi tenggara. Prof. Didik Harnowo apresiasi dengan kegiatan SL-mandiri benih kedelai dengan melihat performance tanaman bagus, mudah, dan yang di panen memenuhi budidaya perbenihan kedelai diantaranya jarak tanam, cara tanam, tinggi tanaman sehingga hasil yang diperoleh bisa mencapai potensi hasil 3,6 ton/ha untuk Varietas Detap dengan umur panen 72 hari dan varietas anjasmoro dengan potensi hasil bisa mencapai 3,7 t/ha dengan umur panen 82 hari serta tahan pecah polong.

Prof. Didik Harnowo menambahkan, Desa Belatu sudah termasuk salah satuu desa yang mendukung program kementerian pertanian adalah 1000 desa mandiri benih. Menteri sudah targetkan untuk tahun 2018 kegiatan perbenihan kedelai sebanyak 2,2 juta ton. Kegiatan perbenihan dan kegiatan produksi harus dipacu untuk mendukung swasembada pangan. SL Mandiri tujuannya adalah bagaiman meningkatkan produksi, bagaiman meningkatkan kualitas, bagaimana benih bisa bersertifikat. Seperti program kementerian SL Kedaulatan Pangan bisa berintegrasi dengan kemandirian pangan dalam mengukseskan swasembada pangan. Melalui SL mandiri pangan mampu melahirkan penangkar-penangkar benih.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe menyambpaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Sultra telah melaksanakan kegiatan SL-mandiri benih kedelai di Kabupaten Konawe khususnya di Desa Belatu. Karena dengan adayanya kegiatan ini petani bisa belajar, terampil dalam budidaya perbeihan benih kedelai yang nantinya akan masuk menjadi penagkar yang mampu memnuhi kebutuhan benih sendiri maupun benih di wilayah lain.
Dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi dengan peserta temu lapang, dalam diskusi tersebut terungkap permaslahan-permasalahan yang dihadapi petani, diantaranya dengan ketersediaan benih kedelai, bantuan benih yang tidak tepat waktu, dan cara penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman kedelai.SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.