Connect with us

Sekeluarga Hidup dengan Ratusan Ekor Ular Laut Berbisa

Bupati Konkep, Nur Sinapoy

Uncategorized

Sekeluarga Hidup dengan Ratusan Ekor Ular Laut Berbisa

KONKEP, SUARAKENDARI.COM- Hidup memang unik. Inilah yang dialami keluarga Passi (60 tahun),  warga Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan. Tak seperti warga pesisir Langara lainnya, Passi, isteri dan dua anaknya memilih hidup menetap di rumah bagang reot yang berada di tengah laut berjarak kurang lebih satu mil di bibir  pantai perairan Wawonii.

Tak hanya itu, di rumahnya yang berukuran 4/5 meter itu Passi dan keluarga tinggal bersama ratusan ular laut yang terkenal berbisa. Tak sedikit pun ada rasa khawatir karena ular-ular tak menunjukkan sikap agresif. Meskipun terkenal sangat berbisa, ular-ulat  ini tidak pernah mematuk atau menggigit Passi dan keluarganya. Bahkan, dua anak Passi yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar bebas memegang ular berbisa itu layaknya karet gelang atau hewan peliharaan umumnya.

Tak hanya keluarga Passi, dengan warga yang datang berkunjung  pun ular tetap terlihat ramah. Inilah yang terlihat, saat Pejabat Bupati Konawe Kepulauan Nur Sinopoy yang berkunjung Sabtu (2/8) lalu, dengan leluasa  memegang tubuh ular, sang ular sama sekali tidak bereaksi apalagi menyerangnya.

Namun jangan salah, ular tidak bisa didekati manakala Passi tidak berada di rumahnya.

Cerita Passi, ratusan ekor ular ini sering terkumpul pada pagi hari, jika siang sampai sore ular ini banyak yang kembali ke laut mencari mangsa.Dan akan kembali ke rumah Passi setelah kenyang. Ular laut ini memilih mangsa dari jenis ular  jenis lain yang juga hidup di laut.

Hidup bersama ular tentu punya cerita.  Passi mengaku, Ia pertama kali  menemukan ular di rumah pada tahun 1995 silam. Kala itu hanya satu ekor ular saja. Ular yang kini menjadi induk dari ratusan ular itu, sempat diusirnya, namun sang ular tidak mau pergi. “Saya sampai lima kali mengusirnya ke laut, tetapi selalu kembali ke rumah ini. Saya sadar mungkin  ini sudah  pemberian yang Maha Kuasa, sehingga saya membiarnya dan terus berkembangbiak hingga mencapai lima ratus ekor lebih,”kata Passi.

Pelaksana Bupati Konawe Kepulauan, Nur Sinapoy bersama isteri saat  berkunjung ke rumah Passi, Sabtu (2/8) lalu,  mengaku, sangat terkesan dengan kehidupan pria pesisir Langara itu.

Bagi, Nur Sinapoy apa yang dilakoni Passi tersebut adalah bentuk kecintaanya terhadap lingkungan sekitar dan dapat dikategorikan sebagai pelestari lingkungan atau peduli konservasi. “Dari cerita yang ada, dulunya Pak Passi adalah seorang pelaku ilegal fishing berupa pembom ikan berkategori berat. Namun, perilaku buruk tersebut sudah ditinggalkannya dan Pak Passi kini memilih menjadi pelestari lingkungan,”ungkap Nur Sinapoy.

Sebagai bentuk komitmen, Passi kemudian melakukan pengawasan disepanjang area pesisir Langara membantu petugas perikanan setempat.

Nur Sinapoy yang juga mantan Sekda Kabuapaten Konawe ini merasa iba melihat rumah Passi yang sudah reot dan sangat tak layak ditinggali tersebut. Karenanya, pemkab Konawe Kepulauan memberikan bantuan berupa pembanguna rumah bagang yang baru dan lebih berukuran besar. “Sebagai bentuk apresiasi, kami selaku pemerintah memberikan bantuan rumah bagang buat pak Passi sekaligus memelihara ikan di bagang ini,”ujarnya.

Karena keunikan hidup bersama ular laut berbisa, membuat rumah bagang milik Passi menjadi lokasi wisata bagi warga sekitar Langara.YOS

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top