Connect with us

Sekda dan Anggota DPRD Bombana Saling Pukul Meja

Uncategorized

Sekda dan Anggota DPRD Bombana Saling Pukul Meja

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Rapat dengar pendapat antara DPRD dan Pemkab Bombana terkait nasib usulan Honorer K2 Bombana berjalan alot dan panas.

Sejak dimulai rapat, jumat siang (27/6) di aula sidang DPRD Bombana, kedua institusi pemerintah daerah ini mulai beradu argumen, dengan suara bertensi tinggi.

Pokok soal ketika DPRD menyayangkan hasil verifikasi Pemkab yang hanya mengakomodir usulan honorer K2, sebanyak 166 dari Kuota yang sudah diluluskan Kemenpan Februari lalu, sebanyak 356 orang di Bombana.

Wakil ketua DPRD Bombana Johan Salim menganggap langkah menggugurkan sebagian honorer K2 ini dinilai aneh. Sebab sejak penyeleksian awal pengusulan berkas (sebelum menjadi honorer K2), dilakukan oleh pihak Pemkab. “Kenapa begitu dinyatakan lulus oleh kemenpan, baru honorer mau digugurkan. Kenapa tidak diawal saat pengusulan berkas. Kasian orang, sudah dinyatakan lulus, tiba-tiba muncul pengurangan atau digugurkan berkas,” herannya.

Amiadin, anggota DPRD lainnya, menuding langkah ini, bagian dari skenario permainan pemkab Bombana. Bahkan disela pengakuannya dirapat, Amiadin menyebut Sekda Bombana, (Rustam Supendy) ikut terlibat, menghalang-halangi agar semua honorer tersebut tidak diakomodir kelulusannya sesuai kuota.

“Saya banyak mendapat informasi dari luar bahwa pak Sekda ikut menghalang halangi kelulusan anak honorer ini. baik itu urusan honorer K1 maupun K2,” protes Amiadin dengan suara agak tinggi.

Kata Amiadin, saat dipersilahkan waktu sanggah oleh Kemenpan pasca terakomodirnya para honorer Bombana, tidak ada sanggahan dari pemkab Bombana. Nanti setelah ada yang lulus, baru alasan kelengkapan berkas yang banyak menggugurkan honorer tersebut muncul

Mendapat tuding tersebut, spontan Sekda Bombana menjawab, hal itu tidak benar. Adu argumen dengan suara agak tinggi, membuat suasana rapat memanas. Terlebih ketika keduanya (Rustam Supendy vs Amiadin), tak segan-segan memukul meja.

Keduanya langsung direlai oleh peserta rapat. Saat dipersilahkan bersuara, Rustam Supendy langsung mengklarifikasi ucapan Amiadin. Kata Rustam, verifikasi berkas itu merupakan instruksi dari kemenpan dan BKN di jakarta.

“Saya bersedia disumpah, bahwa saya tidak pernah punya niat untuk menghalang-halangi. Hadirnya verifikasi berkas ini, sebab berkali-kali disurati dari pusat untuk menyeleksi berkas. Guna menentukan palsu atau tidak honorer yang magang sejak 1 Januari 2005 itu,” ungkapnya.

Jawaban Rustam ini diperkuat oleh Asisten III Sulkarnaeni. Menurutnya, hadirnya verifikasi merupakan bagian untuk meluruskan terkait keabsahan suatu berkas honorer.

“Jadi kami tidak punya niat menggugurkan para honorer. Hanya hadirnya verifikasi yang berkali kali itu, untuk memastikan saja terkait kebenaran berkas. Bila kami temukan ada kekurangan, tidak sedikit yang bersangkutan kami suruh lengkapi. Bahkan kami persilahkan memanggil saksi guna mempertegas berkas yang disodorkan ke kami itu,” tukas Sulkarnaeni.

Kendati begitu, mencuat di rapat bahwa hasil sementara verifikasi Pemkab terkait honorer K2 Bombana, tinggal 166 orang dari 356 yang dinyatakan lolos oleh kemenpan atau totalnya tinggal 354 sesuai jumlah pemberkasan disetor ulang honorer ke BKD Bombana.

Pihak DPRD ngotot dan meminta tanggung jawab pemkab agar sisa honorer K2 sedapatnya diperjuangkan untuk diakomodir. Sebab bagi DPRD,para honorer K2 sudah cukup banyak berkorban baik materi maupun imateri demi dambaan dijadikan PNS

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Andhy Ardian dan diikuti Sekda Bombana, aisten III, serta kepala BKD Bombana Man Arfa dan sejumlah perangkatnya pemkab itu, menyepakati bahwa dalam waktu dekat, Pemkab dan DPRD akan sama-sama ke Jakarta guna bertemu pihak BKN dan Kemenpan untuk menyelamatkan Nasib K2 Bombana secara keseluruhan. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top