Connect with us

Sekda Bombana: Jangan Abaikan Perpustakaan

Uncategorized

Sekda Bombana: Jangan Abaikan Perpustakaan



BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana H.Burhanuddin A.HS.Noy meminta semua pihak dan pemangku kepentingan di Kabupaten Bombana untuk terus menumbuhkan sikap positif terhadap perpustakaan. Hal itu diungkapkan Sekda Bombana ketika membuka acara Sosialisasi Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakan dan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan yang berlangsung di Rumbia (13/11)

“Saya minta semua pihak, kepala SKPD, para camat, kepala desa dan kepala sekolah untuk tidak menyepelekan perpustakaan. Jangan abaikan perpustakaan” tegasnya.
Menurut mantan Kadis Perhubungan Provinsi Sultra ini, Kita semua sadar bahwa tidak bisa menyelesaikan pendidikan mulai tingkat dasar, menengah, S1, S2 dan S3 tanpa buku. tapi sikap positif kita terhadap perpustakaan tidak dapat kita tunjukkan dengan baik.

Penegasan itu diungkapkan Sekda Bombana setelah mendengarkan laporan Drs. La Angi Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bombana dengan melihat kondisi Kantor Perpustakaan Daerah Bombana yang memiliki fasilitas yang masih minim dalam melayani pemustaka di daerah penghasil emas itu.

La Angi menguraikan, saat ini Perpustakaan Daerah Bombana baru memiliki sekitar 5000 koleksi. Karena itu pihaknya mengajak masyarakat untuk berkunjung ke Perpustakaan Bombana untuk menambah wawasan dan pengetahuan dengan membaca. Meski diakui sarana perpustakaan yang masih minim La Angi tetap optimis untuk menjadikan Perpustakaan Daerah Bombana terdepan dalam memberikan layanan informasi dan kearsipan.

Optimisme itu dapat dicapai dengan melihat dukungan Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap pengembangan perpustakaan yang begitu besar. Pak sekda sangat mengapresiasi kinerja SKPD Perpustakaan Daerah Bombana meski baru terbentuk setahun lalu.

Sosialisasi yang bertajuk Perpustakaan dan Arsip menjadi salah satu program SKPD Perpustakaan Bombana dalam implementasi UU No, 43 2007 dan UU No.43 2009. untuk membudayakan kegemaran membaca dan mengamankan aset daerah dalam bentuk pemeliharaan arsip-arsip fital.

Anton Ferdinan, S.Pd. Wakil Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Disela-sela acara sosialiasi mengungkapkan program pembudayaan gemar membaca perlu diapresiasi semua pihak untuk ikut bertanggungjawab dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena itu pengembangan perpustakaan-perpustakaan sekolah dimintakan pihak terkait dapat mengalokasikan anggaran 5 % dari dana operasional sekolah sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 43 Tentang Perpustakaan. Bukan hanya itu, saat ini pemeliharaan arsip di daerah pengelolaanya juga belum maksimal sehinga tidak jarang banyak aset yang melayang.

“Jika saja pihak yang berkompeten, Kadis, Kepala Sekolah dapat konsisten untuk menjalankan amanat UU No. 43 tentang Perpustakaan tentu perpustakaan sekolah dapat berjalan secara maksimal.” kata Anton. (TM)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top