Sejarah, Bupati Konsel Lantik Pejabat di Daerah Terpencil

Suarakendari.com-Pj Bupati Konawe Selatan (Konsel), H Irawan Laliasa menorehkan tinta sejarah dalam masa jabatannya sebagai pemangku jabatan tertinggi dalam pemerintahan di Konsel. Rabu (23/9) bertempat di pendopo Rujab Camat Laonti, pria yang juga Kadispenda Sultra ini melantik dan mengambil sumpah jabatan 23 pejabat esen II di lingkup Pemkab Konsel. Hal ini menjadi sejarah, karena untuk kali pertama tokoh dan juga warga masyarakat di salah satu kecamatan terpencil didalam wilayah pemerintahan Konsel ini bisa menyaksikan sebuah prosesi pelantikan pejabat tinggi yang sebelumnya hanya dapat dilihat melalui rekaman video atau gambar dari media massa.
Irawan, pasca melantik jajaran kabinetnya menjelaskan, jika pelantikan sengaja dilakukan di Laonti dengan maksud agar pejabat-pejabat yang baru dilantik itu, bisa langsung melihat kondisi riil keadaan di daerah, baik topografinya maupun potensi sumber daya yang ada, termasuk infrastruktur sehingga dengan cermat dan tepat. “Para kepala dinas maupun kepala badan hingga para asisten itu dapat membuat suatu program kerja, yang nantinya bisa tepat sasaran dan langsung dimanfaatkan oleh warga masyarakat tanpa menjadi khawatir bilamana kegiatan itu hanya untuk menghabiskan anggaran yang ada,”jelasnya.
Ditambahkannya, pola pembangunan yang coba dijalankan dimasa jabatannya yang tergolong singkat, adalah dengan mengadopsi sistem pembangunan jaring laba-laba dengan menitik beratkan pembangunan di daerah-daerah trpencil dan terisolir. “Laonti ini termasuk daerah terpencil dan masih banyak warganya yang masuk golongan pra sejahtera. Makanya, para kepala dinas ini saya lantik disini agar bisa melihat dan merasakan apa yang menjadi urgensi dari kebutuhan masyarakat. Lihat saja, mau naik ke dermaga saja susah, akses jalan menuju kantor camat saja belum memadai, untuk itu para kepala SKPD harus memaknai ini,” pintanya.
Terkait dengan proses pelantikan dan mutasi, Bupati mengatakan, bahwa, langkah yang dilakukannya guna mencari orang yang tepat pada jabatan yang sesuai kompetensinya dengan melihatnya dari berbagai faktor utamanya karakter, kemampuan kerja hingga disiplin para pejabat tersebut. “Kita cari yang cocok sesuai dengan implementasi tugas dan kewenangan di sektor-sektor pemerintahan yang ada,meskipun tidak bisa tepat sekali karena jabatan di pemerintahan ini tidak ada pendidikan khusus, tidak seperti militer atau kepolisian yang sebelum menduduki jabatan harus menjalani pendidikan dulu,” ungkapnya.
Pola kepemimpinannya yang tidak mengenal waktu dan jam kerja juga adalah hal yang menjadi alasan lainnya dalam melakukan rotasi pejabat di Konsel. ” Saya ini tidak mengenal hari libur dan jam kerja sesuai aturan yang ada. Untuk itu saudara-saudara yang baru dilantik agar memahaminya dan bisa mengikuti ritme saya. Harus gesit, dan tidak boleh ada hand Phone yang tidak aktif selama 24 jam. Biar jam 1 malam kalau itu penting saya pasti akan hubungi,” tegasnya yang disambut aplaus dari tokoh dan warga masyarakat Laonti yang mengikuti prosesi pelantikan tersebut.
Dari 23 nama pejabat yang dilantik atau mengalami rotasi posisi, ada 2 pejabat yang mendapatkan promosi atau naik dari eselon III ke eselon II yaitu, I Gusti Adi Suwantara yang sebelumnya Kabag Ortala Setda Konsel menjadi Asisten Administrasi Umum dan Irwan Hasanudin Silondae yang menjadi Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan dari posisi sebelumnya yakni Kabag Pemerintahan Umum Setda Konsel.(SK/Humas Konsel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *