Connect with us

Ribuan Massa Kepung Gedung DPRD Muna dan “Sandera” Anggota Dewan

Uncategorized

Ribuan Massa Kepung Gedung DPRD Muna dan “Sandera” Anggota Dewan

 

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Sebelu terlibat bentrok dan berakhir rusuh, ribuan masa yang tergabung dalam Forum Kota Raha ( Fong Kora) sempat mengepung dan menyandera belasan anggota dewan di kantor DPRD Kabupaten Muna, Rabu (27/8), sekitar pukul 12.00 Wita. Massa yang menuntut segera pemekaran Kota Raha tak mau pulang sebelum ada kejelasan status pemekaran  seperti yang disuarakan  korlap Yayat Fariki . Bahkan, 16 anggota DPRD Muna yang “disandera” massa pengunjuk rasa dipaksa naik ke truk fuso menuntut bupati segera merespon pemekaran kota Raha.

Yayat mengancam, jika DPRD Muna tidak segera mengusulkan kembali pemekaran kota Raha yang tertunda ke DPR RI, ribuan masa akan menyerbu masuk ke dalam kantor wakil rakyat itu. Karena aspirasi mereka lambat direpon oleh DPRD Muna, akhirnya aksi saling terjang tidak terelakkan antara ratusan masa barisan depan vs ratusan polisi dan sat pol PP, didepan pintu masuk kantor DPRD Muna.

Aksi saling tendang, terjangpun tidak terelakkan. Bahkan pintu masuk gerbang DPRD Muna yang terbuat dari besi hancur ditabark masa yang datang menggunakan truk fuso. Tidak hanya itu,1 unit mobil komisi di DPRD Muna dibalik masa nyaris hancur. 4 anggota dewan yaitu La Ode Muri, Samuri dan dua anggota dewan yang berada dalam mobil dinas itu, sempat disandera masa sekitar 10 menit.

” Kami minta agar seluruh anggota DPRD Muna merespon cepat tuntutan rakyat Muna. Segara usulkan dan desak pihak eksekutif ( Bupati Muna red), untuk menandatangi surat percepatan pemekaran Kota Raha sekrang juga,” triak Yayat Fairiki.

Sekitar 1 jam berorasi 16 anggota DPRD Muna dari 30, akhirnya menemui masa dan berjanji akan bersama sama ribuan masa mendatangi kantor Bupati Muna.

Dalam orasinya Wakil Ketua DPRD Muna Mahmud Muhammad mengatakan, pemekaran Kota Raha tidak bisa ditawar tawar lagi. ” Kami minta Bupati Muna sebagai Ketua Panitia Pemekaran Kota Raha segara menandatangi usulan percepatan pemakaran Kota Raha. Ampres kita sudah ada, semua persyaratan sudah lengkap, tinggak niat Pemda Muna saja, mau merespon aspirasi rakyat Muna atau tidak,” ujar legslator asal PDIP ini lantang.

Meskipun Bupati Muna LM Baharuddin tidak berada di Kota Raha, namun akhirnya orang nomor satu di Muna ini merespon aspirasi masa Fong Kora, akan menandatangani usulan pencepatan pemakaran Kota Raha.

“Sebagai Ketua Panitia Pemekaran Kota Raha, saya dukung percepatan pemekaran Kota Raha. Saya akan tanda tangani usulan itu,” ujar Bupati Muna melalui ponsel Kepala Kesbanglinmas Kabupaten Muna yang diperdengarkan pada ribuan masa yang hadir. ( Tri )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top