Connect with us

Satu Perusahaan Tambang Beroperasi di Kawasan Hutan Lindung di Konut

Suara Lingkungan

Satu Perusahaan Tambang Beroperasi di Kawasan Hutan Lindung di Konut

 

KENDARI, SUARA KENDARI.COM- Alih fungsi kawasan hutan memang diperbolehkan oleh Undang-Undang. Hanya ada aturannya. Pasal 19 ayat (1), UU nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, menyatakan, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan ditetapkan oleh pemerintah dengan didasarkan pada hasil penelitian terpadu. Namun, menggunakan kawasan hutan lindung sebagai areal pertambangan, jelas melanggar aturan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra menyebutkan, dari hasil penyelidikan tim BKSDA Sultra pada tahun 2014 ini, terdapat satu perusahaan tambang yang terindikasi menggunakan kawasan hutan lindung. Namun pihak BKSDA enggan menyebut nama perusahaan yang dimaksud. Meski begitu apa yang dilakukan perusahaan ini, jelas telah melanggar UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

“Minggu kemarin kami melakukan peninjauan lokasi di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sultra. Di sana ada satu perusahaan yang menggunakan kawasan hutan lindung dengan membangun sarana dan prasarana untuk mempermudah akses mereka mengantar hasil tambang ke pelabuhan jeti,” jelas Budusalam, Koordinator Polisi Hutan (Polhut) BKSDA Sultra, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/2/2014).

Ketika pihaknya menanyakan mengapa menggunakan kawasan tersebut sebagai salah satu areal produksi, lanjutnya lagi, sebelum menggunakannya pihak perusahaan telah mendapat restu dari pemerintah daerah setempat. Sehingga, pihak BKSDA sendiri akan melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran dari laporan pihak perusahaan.

“Kami tidak bisa memberikan nama perusahaan yang menyerobot kawasan hutan lindung ini, karena itu berkaitan dengan teknis. Namun, yang jelasnya pihak perusahaan tahu kalau yang digunakan itu adalah hutan lindung, tapi pemerintah daerah telam memberikan izin kepada perusahaan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut lagi Budusalam mengatakan, setelah melengkapi laporan yang telah didapatkan ini, pihaknya akan mengirimkan hasilnya ke pusat.

“Untuk tindakan selanjutnya, Kementerian Sumber Daya Alam (KSDA) yang akan memberikan tindakan tegas ke perusahaan tersebut. kami hanya melakukan penyelidikan dan hasilnya pun kami kirim ke mereka,” tambahnya. (min)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top