Connect with us

Sarana Pertanian Terbengkalai, Bupati Pun Turun Tangan

Bupati Kolaka (memakai topi) saat kunjungan kerja ke desa Lamedai. Foto : Kasbi Dara Manggarah (Kasubag Pemberitaan Pemda Kolaka)

Kolaka Membangun

Sarana Pertanian Terbengkalai, Bupati Pun Turun Tangan

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Terbengkalainya sara pertanian berupa saluran air dan lahan pertanian di desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, memaksa Bupati Kolaka, Ahmad Safei untuk turun langsung melihat kondisi tersebut. Sarana pertanian yang terbengkalai itu pun terjadi sejak empat tahun silam. Saat mengunjungi desa Lamedai, Bupati Kolaka didampingi sejumlah pejabat Kolaka dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam press rilisnya kepada Suarakendari.com, Kasubag Pemberitaan Pemda Kolaka, Kasbi Dara Manggarah menjelaskan kunjungan tersebut memang sengaja dilakukan langsung oleh Bupati Kolaka agar melihat langsung kendala yang terjadi pada masyarakat pedesaan. “Kunjungan pak BNupati itu siang tadi, didampingi sama pak Kabag Humas, pak Arnan Amri dan tokoh masyarakat setempat. Biar kendala itu bisa dilihat langsung sama pak Bupati,” katanya, Senin (09/06/2014).

Dia menambahkan, kerusakan sejumlah sarana pertanian itu memang tidak terawat sehingga tidak berfungsi lagi. “Jadi selain irigasi yang ditinjau, ada juga sejumlah persawahan masyarakat. Bahkan aliran sungai yang mengalami pendangkalan juga ditinaju sebab sungai itu kan sumber air bagi sawah masyarakat. Nah kalau banjir bisa juga genangi rumah warga seperti yang terjadi selama ini didaerah tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Kolaka mengunjungi bendungan yang ada di desa Oko-oko. “semua ditinjau. setelah meninjau Bendungan, irigasi dan sungai, sebagaimana biasanya, pak Bupati tindak pernah menjajikan namun tetap berusaha untuk segera memperbaiki irigasi dan pengerukan sungai sehingga kalau terjadi banjir di Sungai Lamedai tidak akan meluap kemana-mana,” tegasnya.

Secara terpisah, tokoh masyarakat desa Lamedai, Abd. Fattah menjelaskan selama kurang lebih 4 tahun terahir irigasi yang panjangnya 6 km dari bendungan sudah tidak berfungsi lagi akibat terjadi pendangkalan. Sungai itu kini dipenuhi luapan lumpur sehingga tidak bisa lagi mengairi sawah masyarakat. “tidak dapat mengalir lagi di irigasi, sehingga sawah masyarakat seluas ratusan hektar hanya diolah dengan mengandalkan dan mengharapkan turun hujan ( sawah tadah hujan ),” ungkapnya.

Untuk itu atas nama masyarakat desa Lamedai dan desa Oko-Oko sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk perbaikan irigasi sepanjang 6 km dan Pengerukan sungai Lamedai sepanjang 2 Km, sehingga nantinya petani sawah sudah dapat mengolah sawahnya dan menghasilkan panen 2 kali setahun sebagaimana tahun tahun sebelumnya. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Kolaka Membangun

To Top