Connect with us

Sambut Hut Kolaka, Bupati Ziarah ke TMP dan Makam Raja Mekongga

Uncategorized

Sambut Hut Kolaka, Bupati Ziarah ke TMP dan Makam Raja Mekongga

 

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Perayaan hari ulang tahun Kabupaten Kolaka yang ke 54 semakin dekat. Jika tidak ada aral melintang, kegiatan ini akan dihelat esok hari di lapangan 19 November Kolaka. Maka dari itu hari ini, kamis (28/02/2014) pemda Kolaka menggelar sejumlah acara mulai dari rapat paripurna di gedung utama DPRD Kolaka. Yang dimana acara tersebut diikuti ratusan undangan yang ada.

Jelang siang hari, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei bertolak ke makam Pahlawan yang terletak di Desa Watalara. Di makam tersebut seluruh rombongan melakukan penghormatan dan memanjatkan doa kepada seluruh pejuang yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia beberapa puluh tahun
lalu dari penjajah.

Tidak berhenti hanya pada makan pahlawan, rombongan kembali berkunjung ke makam Raja Sangia Nibandera, yang dimana merupakan raja pertama Suku Mekongga pemeluk agama Islam.

Di makam yang disakralkan oleh suku Mekongga itu, rombongan disambut serangkain upacara adat, diantaranya Maparamisi dan Mosehe. Kata pemuka adat setempat, Hj. Nursaenab, kunjungan Bupat ke Kolaka dimakam tersebut lebih kepada rasa penghormatan dan menghargai leluhur di Mekongga.

“Ini adalah rangkaian acara adat Mekongga. Untuk menghargai leluhur, ini bukan musrik namanya, nanati kan pak Bupati memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk keselamatan kita semua. Sebagai generasi selanjutnya, kita juga patut memanjatkan doa kepada leluhur yang mendahului kita,” katanya.

Ditambahkan pula, diatas pendopo yang ada didalam kawasan makam, doa dipanjatkan oleh para lehuluhr yang dipimpin langsung oleh tokoh adat setempat bernama Gufira. Doa yang dipanjatkan terdengar sangat khas dan sacral sebab memakai bahasa Mekongga kuno. Terlihat seluruh tamu tertunduk saat Gufira memanjatkan doa.

Sementara dari pendopo, rombongan kemudian melangkah ke makam raja Sangia Nibandera. Dimakam yang
diapit oleh dua pohon beringin besar itu Bupati Kolaka terlihat menabur bunga.

“Ini adalah tradisi dan tidak bisa kita lupakan. Sebagai bangsa besar dan daerah yang bermartabat, acara adat itu tidak bisa kita abaikan. Nanti pak Bupati juga akan mengarah ke guji sebelah kanan makam raja. Guci ini sangat disakralkan juga oleh suku Mekongga sebab keunikan yang dimiliki,” tegas Hj. Nursaenab.

Hari ulang tahun Kolaka sebenarnya jatuh pada tanggal 29 Februari. Mengingat tanggal tersebut hanya terjadi satu kali dalam empat tahun, maka tahun 2014 ini diacarakan tanggal 28 Februari. Pemda Kolaka juga akan menggelar tabligh akbar di masjid Agung Kolaka. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top