Connect with us

Salahi Visa, Aktivis Pukat Demo WNA di Kendari

Metro

Salahi Visa, Aktivis Pukat Demo WNA di Kendari

 

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Puluhan aktivis dari Pusat Kajian Tambang (Pukat) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memprotes penyalahgunaan Visa oleh sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang berada Kendari.

Mereka mendatangi kantor dinas tenaga kerja Provinsi Sultra, Senin(24/2/2014) mendesak dinas tersebut untuk menutup PT Pasifik Kopan sebagai perusahaan yang merekrut tenaga kerja asing.

” Izin/visa yang diberikan oleh pihak Imigrasi Kendari adalah visa wisata dan ternyata dalam perjalanannya WNA melakukan aktivitas usaha pertambangan di Prov. Sultra,” ungkap Jumadil, koordinator aksi.

WNA tersebut kata Jumadil, telah melanggar peraturan menteri nomor PER.02/MEN/III/2008 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing dan UU RI No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Untuk itu, massa juga meminta Kapolda Sultra untuk menangkap Dominic Tan, seorang WNA yang dianggap menyalahgunakan visa.

” Dominic Tan harus ditahan, karena telah melanggar UU keimigrasian No. 6 tahun 2011 yang melakukan penipuan terhadap pihak imigrasi Kendari dan terindikasi melakukan penggelapan pajak,” tambahnya.

Di halaman Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, massa membentangkan spanduk yang bertuliskan “Usir Paksa Penyalahgunaan Visa di Sultra (Dominic Tan)”.

Massa diterima oleh kepala dinas Nakertrans Sultra, Arif Munanto, mengatakan pihaknya akan segera berkoorinasi dengan Imigrasi dan instansi lainnya untuk melakukan tindakan.

“Ijin dikeluarkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja, selanjutnya perpanjangan tangan itu ada di wilayah provinsi, dalam pengawasannya wewenang Kabupaten dan Kota,” terang Arif dihadapan pengunjuk rasa dari Pukat Sultra.

Massa kemudian membubarkan diri tertib, dengan pengawalan aparat kepolisian resort Kendari. KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top