Connect with us

Ribuan Pelanggan Nunggak, PLN Merugi Ratusan Juta Setiap Bulan

Uncategorized

Ribuan Pelanggan Nunggak, PLN Merugi Ratusan Juta Setiap Bulan

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Wajar saja jika Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus merugi, pasalanya hal ini juga disebabkan oleh pola hidup masyarakat. Contohnya di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, didaerah ini dalam satu bulan PLN bisa merugi hingga Rp.750 juta. Bahkan yang mencengangkan, masyarakat yang menunggak pembayaran pun mencapai angka 6000 setiap bulan.

Andi Muhammad Armin, Supervisor Administrasi Pelanggan PLN Kolaka, Sulawesi Tenggara. Menjelaskan bahwa untuk di Kolaka total pelanggan PLN mencapai 34 ribu, tapi 6000 diantaranya menunggak, terhitung sejak Februari 2014.

“Total kerugian kami satu bulan itu lebih Rp.750 juta. Masalah yang lebih besar adalah masyarakat itu ada yang nunggak hingga tiga bulan. Kami sebatas mengingatkan dan kalau memang masyarakat penunggak ini tidak paham terpaksa aliran listriknya kita putus,” ucapnya, Sabtu (08/03/2014).

Dia juga menambahkan lebih dari 95 persen penunggak listrik di Kolaka adalah golongan rumah tangga. “Rumah tangga yang paling besar jika kita bandingkan dengan golongan usaha. Kan ada aturan khusus untuk kategori bisnis, usaha, dan industri, kategori ini akan dikenakan denda lebih besar ketika mereka telat membayar tagihan. Harapan kami itu masyarakat bisa lebih tahu lagi dan paham agar tidak menunggak listrik,” harapnya.

Secara rinci dalam satu semester (6 bulan) pihak PLN Kolaka dapat mengalami kerugian hingga Milyaran rupiah. Bahkan hal ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Selain tunggakan, kerugian PLN Kolaka yang terbilang tinggi tersebut juga dipengaruhi dari biaya operasional.

“Total penjualan dalam satu bulan itu Rp.4 Milyar lebih, biaya pembangkitan 3 sampai 4 kali jumlah penjualan yakni Rp.12 Milyar. Jumlah ini lah yang disubsidi pemerintah ke PLN Kolaka,” cetusnya.

Dalam kesempatan ini juga, pihak PLN menegaskan bagi masyarakat untuk beralih ke penggunaan meteran listrik elektronik. “Sebenarnya kalau pake listrik pra bayar lebih hemat. Kami ingin dan berharap masyarakat itu gunakan listrik pra bayar saja,” tutupnya. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top