Connect with us

Ratusan Petani Serbu Kantor Dishut Terkait Razia Penertiban Kawasan Hutan di Kolaka

Uncategorized

Ratusan Petani Serbu Kantor Dishut Terkait Razia Penertiban Kawasan Hutan di Kolaka

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Ratusan petani yang berasal dari Kecamatan Balula dan sekitarnya mendatangi kantor Dinas Kehutanan Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kedatangan mereka ini terkait dengan aksi tim terpadu yang melalukukan razia disekitar kawasan hutan yang ada didaerah tersebut. Para petani menilai razia terpadu yang terdiri dari Polhut, Polri dan TI telah melanggar norma-norma yang ada.

 Seluruh tanaman yang mereka tanam dicabuti oleh para tim terpadu, bahkan beberapa motor yang ditemui oleh tim saat gelar operasi dibuang kedalam sungai. Tindakan dan prilaku inilah yang dianggap oleh petani sebagai aksi premanisme dan main hakim sendiri. Sambil membawa pohon yang dicabuti tim terpadu, petani yang berdemonstrasi ini juga membawa sejumlah spanduk sebagai aksi protes. Bahkan mereka juga sempat beradu mulut dengan Sat Pol PP yang tengah bertugas di Dishut Kolaka.

 “Mereka ini memang preman, bayangkan datang razia sambil mencabut tanaman kami. Bahkan ayam diambil, motor dibuang. Apakah ini yang dimanakan tindakan melindungi masyarakat. Kami juga mau meminta kejelasan terhadap status lokasi yang kita tinggali. Harusnya kita diberitahu secara baik dulu. Jangan langsung membuat seperti itu,” teriak Ancu, pendemo sambil kesal,” senin (17/02/2014).

 Petani lain juga sempat mendesak aparat Pol PP agar mengisinkan mereka masuk guna menemui Kepala Dinas Kehutanan Kolaka. Mereka juga mendesak agar kepala desa Baula yang sebelumnya ditahan segera dibebaskan. Kondisi di Kantor Dinas Kehutanan sempat memanas hingga akhirnya kepala desa tersebut dibebaskan. Tidak lama kemudian mereka pun mendatangi kantor DPRD guna menyampaikan aspirasi mereka. “Kita ke DPRD ketemu anggota dewan dan menghadirkan kadis Kehutanan,” cetus Marwan, pendemo yang lain.

 “Bayangkan dalam razia itu tanaman kami dicabuti semua, ayam hilang. Ini kan tindakan premanisme dari aparat itu. Kita ini masyarakat kecil pak. Kalau memang kami melanggar tolong dinasehati baik-baik. Jangan seperti itu,” kata Hasna, ibu rumah tangga uang ikut berdemo ini.

 Saat berada diruang rapat DPRD Kolaka, pendemo disambut oleh ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir, sejumlah anggota DPRD lain dan Kadis Kehutanan Kolaka, Abdul Rahim. Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir mengatakan tindakan anarkis dan premanisme aparat saat melakukan razia harus diperjelas. “Saya mau dengar tindakan anarkis seperti apa. Dan pihak terkait harus memperhatikan masalah ini,” cetusnya.

 Ditempat yang sama, Kadis Kehutanan Kolaka, Abdul Rahim hanya berucap singkat sambil mendengarkan aspirasi masyarakat petani tersebut. “Nanti akan kita kembali bicarakan sama pimpinana terkait masalah ini,” katanya.

 Sementara itu, kordinator aksi, Jabir mendesak agar pihak pemerintah menegakkan aturan. “Kalau memang mereka berkebun dan bermukim dikawasan hutan lindung, tolong diperjelas. Jangan mengambil tindakan semena-mena. Apalagi sampai ada aksi pencabutan tanaman warga,” ucapnya dengan nada kesal.

 Aksi ini bermula saat puluhan tim terpadu melakukan razia penertiban dikawasan hutan lindung yang ada disekitar Kercamatan Baula. Ratusan warga ini diduga kuat bermukim dan berkebun dikawasan itu. Penertiban ini pun sesuai dengan perintah Bupati Kolaka untuk menertibkan seluruh kawasan hutan dari aksi pendudukan seperti itu. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top