Ratusan Hektar Sawah Terancam Puso

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Akibat kemarau panjang, sebanyak 213 hektar persawahan di Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, terancam puso atau gagal panen.

Para petani sawah mulai cemas, sebab sejumlah irigasi yang mengintari persawahan mereka, mulai mengalami keringan. Debit aliran sungai makin hari makin mengecil, hingga tidak mampu lagi mengairi sejumlah irigasi menuju lokasi persawahan masyarakat.

Mustari, Kepala Badan Penyuluhan, Perikanan, Pertanian Kecamatan (BP3K) Lantari Jaya mengatakan kekeringan mulai melanda Kecamatan Lantari Jaya sejak dua bulan terakhir.

Akibatnya, banyak persawahan di enam desa wilayah itu mengalami kekeringan. Diantaranya Desa Rarongkeu, Desa Lombakasih, Pasere Apua, Lantari, Anugrah serta Desa watu watu

Kata Mustari, Desa Rarongkeu paling parah. “Disitu sekitar 100 Hektar sawah mengalami kekeringan. Petani mulai cemas. Bahkan sebagian mulai pasrah akibat kemarau ini,” terangnya.

Sementara di daerah lain, sambung Mustari setali tiga uang. “Di desa Lombakasih itu ada sekitar 15 hektare mengalami kekeringan, Pasere Apua sekitar 39 hektar, Lantari 17 hektare, Desa Anugrah lima hektare, sedangkan desa watu watu 37 hektar. Semuanya bernasib sama,” keluh Mustari.

Selain mendambahkan hujan lekas turun, para petani di Lantari jaya berharap pemerintah turut mencermati kesulitan para petani di daerahnya.

“Dengan kondisi kemarau ini, kami minta ada perhatian dari pemerintah. Siapa tahu ada alternatif lain, sebab rata-rata petani rugi besar akibat kemarau panjang ini,” tukas iwan salah seorang petani Lantarai Jaya. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *