Rakyat Terhimpit Anggota DPRD Bombana Justeru “Jalan-Jalan” Keluar Daerah

0

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Di
tengah himpitan para petani akibat deraan kemarau panjang dan kecemasan masyarakat akibat maraknya penggunaan bahan kimia beracun seperti Merkuri (Hg) di wilayah Bombana, anggota DPRD Bombana, justeru “Jalan-jalan” keluar daerah.

Para wakil rakyat ini, sejak Senin pekan lalu (7/9) sudah tidak tampak lagi di kantor. Mereka, seolah kompak untuk ramai-ramai tinggalkan Bombana secara bergerombol. “Tidak ada anggota DPRD, biar satu orang. Semua lagi keluar daerah,” ujar salah satu staf DPRD.

Perginya  para anggota itu,  membuat suasana kantor wakil rakyat itu, amat sepi. Sejumlah ruangan tertutup, mulai ruang ketua dan dua wakilnya, hingga ruangan komisi. Cuma beberapa pegawai saja yang terlihat mondar-mandir diteras kantor, lalu pulang.

Lalu, kemana para anggota hasil pemilu 2014 ini? Saat dikonfirmasi, Hasdin, Kabag Humas DPRD Bombana, menjelaskan  anggota dewan  sedang Kajian Antar Daeran (KAD). Dua daerah yang dikunjungi yakni Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dan provinsi Kalimantan Utara.

“Di Kalimantan Utara mereka kajian tentang tambang galian C. Sementara di Bantaeng mereka kajian tentang masalah kesehatan dan pertanian,” pungkas Hasdin. Dirinya tidak menampik bila semua anggota lakukan KAD secara bersamaan. “Jadwal KAD selama enam hari. Mulai tanggal 7 sampai tanggal 15 September 2015. Untuk Kalimantan utara ada 9 anggota dewan. Sementara sisahnya (16 orang) mereka KAD di Bantaeng,” tukasnya.

Kunjungan para wakil rakyat ini, mendapat kritikan dari Lembaga Pemantau Infrastruktur Pedesaan (LPIP) Bombana. Lembaga pemantau kebijakan publik ini menyayangkan hasrat para anggota dewan untuk keluar daerah.

“Ini sungguh tidak etis, rakyat dalam kondisi terhimpit, justru mereka enak-enak keluar daerah. Ini amat mengusik rasa keadilan bagi kehidupan rakyat miskin di Bombana,” kritik Aziar koordinator divisi investigasi LPIP.
Aziar  menuding para anggota dewan pandai mencari moment atau memanfaatkan waktunya untuk tujuan tertentu.  “Curiga mereka memintah banyak alokasi anggaran APBD agar leluasa untuk hal-hal yang beginian,” tukasnya.

Alumni Unhas ini meminta auditor BPK agar lebih ketat dan cermat menelusuri biaya perjalanan dinas para anggota DPRD setiap tahunnya. “Kecurigaan saya tinggi akan penggunaan SPPD anggota dewan ini. Sering-sering keluar daerah, sementara tugas pokoknya banyak yang terbengkalai. Saya takut jika anggaran yang dialokasikan ke Dewan itu, terserap habis hanya untuk perjalanan dinas keluar daerah,” ungkap Aziar dengan nada mengguyon.DAR

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.