Connect with us

Pusat Pemerintahan Kolaka Akan “Direbut” Kembali

Uncategorized

Pusat Pemerintahan Kolaka Akan “Direbut” Kembali

 

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Dipagari tembok permanen setinggi kurang lebih lima meter, sejumlah bangunan yang ada didalamnya nampak sangat sederhana. Tidak ada yang menarik dari  bangunan-bangunan tersebut terkecuali model dan kondisnya yang nampak kusam termakan usia.

 Ada empat gedung yang terdiri dari satu gedung utama dan tiga bangunan semi permanen. Selain itu ada pula tugu setinggi 10 meter dengan bermahkotakan miniatur pancasila. Disisi lain berdiri kokoh beton dengan corak khas yang ternyata puluhan tahun silam digunakan sebagai mercusuar bagi para pelaut.

 Jika menelisik synopsis diatas mungkin hanya sebagian kecil saat ini warga Kolaka yang paham akan hal tersebut. Kini diusianya yang ke 54, Kolaka harus kembali menemukan jati diri sebagai daerah perjuangan yang penuh dengan nilai-nilai sejarah. Tanpa larut dengan waktu yang bisa berdampak kaburnya sebuah sejarah di tanah Mekongga tersebut.

Gedung tua, tugu pancasila dan mercusuar, semua itu terdapat dikompleks pemerintahan pertama Kabupaten Kolaka 54 tahun silam. Yang kini telah berpindah tangan ke pihak ASDP dan lalu dijadikan kompleks tempat tinggal karyawan ASDP. Lokasi ini berada dibelakang kantor KP3 Kolaka yang berhadapan langsung dengan pelabuhan fery Kolaka.

Ironi memang jika melihat hal tersebut, tapi tidak ada kata-kata terlemabat untuk mengembalikan semua itu dalam satu garis yang lurus dihari terbentuknya Kabupaten Kolaka, yang jatuh pada tanggal 28 Februari 2014, (sebenarnya tanggal 29 Februari, red). Pemerintah saat ini pun tidak bisa lagi menghindar dari kenyataan tersebut. Tinggal menunggu keberanian apakah Pemda Kolaka akan kembali “merebut” pusat sejarah Kolaka itu atau tetap menjadi penonton setia hingga hilangnya identitas sejarah di Kolaka.

Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Kolaka, Ahmad Safei yang didampingi oleh wakil Bupati Kolaka Muh. Jayadin menegaskan akan kembali “merebut”  pusat pemerintahan Kolaka. Dalam keterangan persnya, Safei telah melakukan langkah-langkah penjajakan bersama pihak DPRD Kolaka. Bahkan diapun menegaskan akan bertemu langsung pihak ASDP di Jakarta untuk membahas hal ini.

“Saya sudah panggil kepala ASDP kemudian saya undang ketua DPRD dan pak wakil Bupati untuk kita duduk bersama membahas masalah ini. Surat resminya akan kita sampaikan nanti kepada ASDP pusat. Bahkan kita rencanakan ketemu langsung. Ini akan menjadi urusan kita bersama-sama,” katanya.

Ahmad Safei juga menegaskan bahwa didaerah itulah pusat pemereintahan pertama Kabupaten Kolaka dijalankan. Bahkan ditempat itu pula bendera merah putih dikibarkan untuk pertama kalinya di Kolaka. “Banyak sekali peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi ditempat itu dalam pembentukan Kabupaten Kolaka. Termasuk rujab pertama Bupati Kolaka ada dikompleks itu,” tegasnya

.Semoga saja apa yang ditegaskan oleh Bupati Kolaka tersebut dapat terwujud, sebab di Kolaka hampir tidak bisa lagi ditemui situs-situs sejarah yang berkaitan langsung dengan pemerintahan Kabupaten Kolaka. Untung saja sejak jatuh ditangan ASDP, kompleks itu tidak mengalami perubahan. Beberapa saat yang lalu, pegawai ASDP mengatakan pihaknya tidak akan merubah bentuk sedikit pun dari bangunan yang ada didaerah itu. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top