Publik Kecewa Ranperda Dolken Ditolak Dewan

SUARAKENDARI.COM-Pentingnya regulasi yang melarang penjualan anakan kayu (dolken) ternyata tak menjadi perhatian serius anggota DPRD Kota Kendari. Ini terlihat dari ditolaknya rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penjualan dolken dalam kota kendari yang diajukan pemerintah kota oleh dewan kota baru-baru ini.

Penolakan dewan tersebut memantik reaksi publik terutama para aktifis lingkungan hidup. “Ini sebuah kemunduran dari dewan yang tidak peka terhadap masalah lingkungan hidup,”kata Surya, penggiat lingkungan hidup di Kendari. Dolken, lanjut Surya adalah generasi anakan hutan yang harus dipertahankan keberadaannya, jika tidak dilarang maka penjualan dolken akan terus meningkat di pasaran lokal.

Penggunaan dolken terus meningkat dari tahun ke tahun akibat tingginya permintaan dari konsumen seiring pesatnya pembangunan perumahan di kota Kendari. Dolken sendiri digunakan sebagai tiang penyanggah bangunan lantai dua. Sebuah bangunan rumah dapat memakai antara 500 – 1000 batang kayu dolken untuk sekali pakai. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *