Connect with us

PT. VALE Bawa Masalah Tambang Kolut ke Jalur Hukum

Suara Lingkungan

PT. VALE Bawa Masalah Tambang Kolut ke Jalur Hukum

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- PT. VALE Indonesia saat ini tengah
menjajaki upaya hukum terkait pengolahan tambang yang ada di Kolaka Utara. Pasalnya disinyalir kuat lokasi blok Sua-sua yang masuk dalam konsesi kontrak karya perusahaan tersebut terlebih dahulu diolah sejumlah perusahaan tambang yang ada di daerah itu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Basrie Kamba, Direktur Government Relations PT.VALE Indonesia kepada awak media di Kolaka beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya permasalaahan yang ada saat ini di blok Sua-sua juga menjadi pembahasan prioritas diperusahaan tempatnya bekerja. Terlebih lagi
perusahaan yang dulunya bernama PT. INCO itu direncanakan akan membangun pabrik di Kolaka.

“Masalah ini tetap menjadi prioritas kami dalam upaya penjajakan masalah hukum. Saya rasa kita tunggu saja perkembangannya. Jadi saying sayangkan juga kenapa ada masalah seperti itu,” katanya.

Keberadaan Basrie Kamba di Kolaka memenuhi undangan pemda Kolaka guna membahas persiapan pembangunan pabrik.

Ketika disinggung apakah masalah di blok sua-sua akan mempengaruhi rencana pembuatan pabrik, dirinya mengatakan secara garis besar tidak berpengaruh, tapi bukan berarti hal itu didiamkan. “Sebenarnya tidak begitu berpengaruh tapi kita tetap berupaya menyelesikan masalah itu,’ tambahnya.

Secara terpisah, kepala Dinas Pertambangan Kolaka Utara, Nur
Rahman menjelaskan kalau pihaknya sudah siap akan segala resiko yang dihadapi, termasuk apabila ada guggatan dari pihak-pihak terkait.

“Kita sudah siap akan gugatan yang ada. Tapi perlu saya jelaskan bahwa kita mengolah lokasi itu untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau dibiarkan begitu saja kita juga yang rugi sebab hingga kii kan perusahaan pemegang kontrak karya itu tidak memberikan keuntungan apa-apa kepada masyarakat maupun pemda,”cetusnya.

Namun pihaknya enggan merinci secara jelas seperti apa masalah ini, termasuk apakah pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak
PT.VALE Indonesia atau tidak. “yang jelasnya niat kami mulia dan siap
bertanggung jawab. Kalau dibiarkan dan tidak diolah lokasi itu kan mubazzir,”tegasnya.

PT.VALE Indonesia sendiri memiliki tiga blok Izin Usaha Pertambangan yang diatur dalam Kontrak Karya. Tiga blok itu adalah Blok Pomalaa, Lapa-pao dan Sua-sua. Namun kini mereka sisa memiliki dua blok, yaitu blok Pomalaa dan Sua-sua. Blok Lapa-pao sendiri kita telah diolah oleh perusahaan lain.

Secara keseluruhan, PT.VALE Indonesia memiliki luasan 20 ribu hentar yang tersebar dibeberapa daerah di Sulawesi Tenggara. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top