Connect with us

Proyektil Berhasil Diangkat, Polisi Cek Peluru di Brimobda Sultra

Metro

Proyektil Berhasil Diangkat, Polisi Cek Peluru di Brimobda Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.COM — Rumah sakit Bahteramas Kendari, Rabu (2/4/2014) berhasil mengangkat proyektil peluru yang bersarang di lutut kiri Erli (52) korban terkena peluru nyasar. Tim dokter mengangkat proyektil sepanjang 2 cintimeter, setelah peluru tersebut bersarang di lutut kiri korban sejak enam hari lalu.

Erli, warga lorong Flamboyan, Kelurahan Kadia, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara mengaku, lega setelah proyektif peluru berhasil diangkat tim dokter. Namun, ia setengah badannya masih terasa kaku, pasca operasi bedah pengangkat peluru tersebut.

“ Memang setengah badanku disuntik keram supaya saya tidak rasakan sakit, tetapi suara mesin bedah operasi pengangkatan pelurunya buat saya takut. Operasinya sekitar pukul 11 sampai pukul 2.30 wita siang ,” tuturnya ditemui usai operasi di rumah sakit Bahteramas Kendari, Rabu (2/4/2014).

Erli berharap, polisi segera mengumumkan jenis peluru untuk bisa memastikan siapa pemilik senjata yang telah membuat lutut kirinya nyaris cacat, jika tim dokter tidak berhasil mengeluarkan proyektil.

“ Saya minta polisi untuk menentukan kesatuan dan siapa orang yang memakai senjata, sehingga lututku kena pelurunya,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Kendari AKBP Anjar Wicaksana mengatakan, pihaknya masih mengidentifikasi jenis pelurunya.

“ Baru diselidiki jenis pelurunya dan diteliti jenis pelurunya dan dikirim ke Brimobda Sultra, kami belum bisa memastikan jenis pelurunya. Secara kasat mata kami lihat pelurunya sepanjang 2 centimeter, tetapi untuk jenisnya kita tunggu hasil dari tim Gegana Brimobda Sultra,” ungkap Anjar di mapolres Kendari.

Menurutnya, proses penelitian untuk menentukan jenis peluru tidak akan berlangsung lama. “ Nanti mereka (Brimob) yang akan membandingkan apakah jenis pelurunya adalah Revolver, M16, F2 dan Sabara atau peluru TNI,” lanjutnya.

Namun demikian kata Anjar, jika peluru tersebut berasal dari anggota Polri, maka sanksi disiplin adalah penahanan selama 21 hari dan sanksi berat bisa sampai Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“ Bisa juga sanksi pidana karena telah melukai orang lain,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Erli terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas, Kendari, Minggu (30/3/2014), setelah pihak rumah sakit Bhayangkara tidak mampu mengangkat peluru di lutut kirinya.

“Setelah dibedah semalam, proyektil pelurunya sulit dikeluarkan karena posisi benda itu persis di belakang tempurung kaki korban. Alat rumah sakit Bhayangkara tidak memadai, makanya kami rujuk ke rumah sakit Bahteramas,” jelas Kapolres Kendari, Jumat (28/3/2014).

Erli terkena peluru nyasar di lutut bagian kiri saat ia tertidur, Kamis (27/3/2014) lalu.

“Sekitar pukul 2.30 tadi malam sementara (sedang) tidur, tiba-tiba saya rasa sakit di lutut kiri. Kemudian, keluar darah banyak, saya teriak panggil anak saya yang sementara tidur di kamarnya masing-masing,” tuturnya.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top