Connect with us

Proyek Percetakan Sawah Tidak Rampung, DPRD Muna Berang

Uncategorized

Proyek Percetakan Sawah Tidak Rampung, DPRD Muna Berang

 

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Tidak mau disorot terus menerus oleh komisi 2 DPRD Kabupaten Muna terkait kasus percetakkan sawah yang diduga tidak rampung, Distan menyebut pihak kontraktor adalah biangnya. Hal ini dikatakan La Fedumu PPK dari proyek ini.

La Fedumu berkilah terbengkalainya pekerjaan bansos cetak sawah 2013 ini disebabkan oleh kelalaian pihak ketiga,dimana dana yang dicairkan sudah seratus persen sementara pekerjaannya baru 40 persen. ” Yang mengontrak pertama (pihak ketiga) tidak langsung menyelesaikan pekerjaan, hanya kerja 40 persen,setelah itu pergi. Kita simalakama,apakah lanjut atau tidak. Kadis bilang hentikan pekerjaan itu, tapi saya tetap lanjut untuk jaga imej Muna,”jelas La Fedumu saat hearing di komsi 2 DPRD Muna. Selasa (13/5).

Tidak hanya menyalahkan pihak ketiga, La Fedumu juga menyebutkan bahwaarsip MoU proyek percetakkan sawah  yang diminta oleh komisi 2, ada pada La Hafuna,terpidana korupsi bansos cetak sawah 2011 yang telah dijatuhi vonis di Pengadilan Tipikor Kendari. Fedumu mengakui bahwa dana bansos cetak sawah sudah cair 100 persen. “Posisi rekening sekarang nol saldo,”kata Fedumu.

Namun pihaknya akan berusaha menyelesaikan pekerjaan yang terbengkalai ini dengan sisa dana yang ada. “Dengan cara bagaimana pun kita akan selesaikan pekerjaan ini,termasuk yang belum sempurna. Semua pekerjaan yang belum selesai akan diselesaikan dari ujung ke ujung,”janjinya.

Rupanya pernyataan Fedumu ini memunculkan kecurigaan akan adanya indikasi permainan dalam hal pencairan dana bansos cetak sawah 2013. “Yang sudah ambil uang ini harus dilapor,ada apa dengan anda yang mau tanggung kekurangannya ?. Ambil dimana uang ?,kalau demikian,ada kecurigaan ada permainan,”semprot Paraminsi.

Kecurigaan serupa juga datang dari anggota komisi II lainnya, P Haridin. “PPK sama saja menceburkan diri dalam lautan apai. Menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai,dan dananya sudah habis. Apakah ada orang yang menyimpan uang itu secara diam-diam dan menyelesaikan pekerjaan itu secara diam-diam juga ?. DPRD ini punya otak. Jangan memberikan keterangan itu kepada orang lain,cukup disini saja. Ini bukan cetak sawah tapi cetak masalah. Anda (Fedumu_red) yang baru enam tahun jadi PNS harus tahu ini adalah masalah besar. Kalau teman-teman mau bawa persoalan ini ke kejaksaan,saya yang akan teriak kesana,”serang P Haridin.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Muna, La Ode Saifuddin berjanji akan mengusahakan MoU dimaksud. “MoU itu sekarang ada sama pak Hafuna (PPK yang lama_red),kami akan berupaya mendapatkan MoU itu dari kontraktor lain atau kelompok taninya. Karena MoU itu harus dipegang oleh kelompok tani,pihak ketiga dan distan sebagai arsip,”janjinya. Jika tidak ada aral melintang,MoU itu akan diserahkan pada hari Jumat pekan ini. (TRI )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top