Connect with us

Proyek Jalan Telat Selesai, DPRD Bombana Kesal

Uncategorized

Proyek Jalan Telat Selesai, DPRD Bombana Kesal

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana menyayangkan kinerja beberapa pekerjaan proyek infrastuktur di Kabupaten Bombana tidak tuntas dikerja di tahun 2014 lalu.

Akibatnya, beragam proyek pembangunan fisik yang sedianya sudah dinikmati masyarakat, terpaksa ditunda atau menunggu proses lanjutan ditahun 2015.

Anggota DPRD Bombana Herianto Nopa mengaku banyak menemukan

proyek fisik yang tidak mampu diselesaikan kontraknya hingga Desember 2014 lalu.

“Temuan kami itu, banyak proyek fisik tidak tuntas dikerja tahun 2014. Terpaksa proyek itu harus dirampungkan di tahun sekarang. Jujur jika begini terus, telah merugikan masyarakat,” pungkas Heryanto.

Anggota Komisi III DPRD Bombana menjelaskan untuk fungsi atau manfaat, harusnya proyek itu sudah dinikmati masyarakat tahun 2014. Tapi akibat perkerjaan tidak beres atau tidak mampu dirampungkan, sehingga kegunaan proyek untuk masyarakat tertunda.

Sayang, Politisi Golkar ini belum mau merinci secara detil proyek yang tidak tuntas dikerja tersebut. “Jumlahnya itu sangat banyak, tersebar di wilayah Rumbia, Kabaena, hingga Poleang,” pungkasnya.

Satu diantaranya proyek tersebut, kata Herianto pekerjaan jembatan di Kecamatan Mataoleo. “Proyek itu sebenarnya sudah selesai sebelum tutup tahun, tapi akibat ada masalah di pekerjaan sehingga proyek ini dikerjakan lagi diawal tahun 2015 ini,” tuturnya.

Menurut Heryanto, proyek yang dikerjakan menyebrang tahun anggaran itu tidak masalah, asalkan sesuai dengan ketentuan atau aturan yang berlaku. Sebab sepengetahuannya, jika ada proyek yang dikerjakan diluar tahun anggaran, harus diberi konsekwensinya berupa denda seperseribu setiap hari dari nilai kontrak.

“Harusnya para perusahaan yang buruk mengerjakan tugasnya itu, di denda atau sekalian  diblack list. Sebab  dinilai tidak mampu menuntaskan pekerjaannya tepat waktu. Itu dianggap merugikan masyarakat secara umum,” tukas Heryanto.

Sementara itu, temuan anggota DPRD terkait banyaknya proyek fisik yang menyebrang tahun anggaran ini tidak diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bombana, Djalaluddin. Kepada wartawan mantan  kepala BPMP ini, mengaku tidak ada proyek yang menyebrang tahun. “Tidak ada yang menyebrang,” tulis Djalaluddin melalui pesan singkat via telpon. (DAR)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top