Connect with us

Proyek Jalan di Boepinang Diduga Bermasalah

Hukum & Kriminal

Proyek Jalan di Boepinang Diduga Bermasalah

 

BOMBANA-Kualitas proyek pembuatan jalan menuju perkampungan Wajo Boepinang, Kabupaten Bombana mulai dikritik sejumlah lembaga pemantau kebijakan daerah.

Konstruksi proyek dengan total anggaran 2 Miliar lebih itu, disebut-sebut menyalahi bestek. Bahkan asas manfaat proyek, mulai dipertanyakan.

Direktur Ham dan Kebijakan Publik Sipil Bombana,  Andi Ruspar SH mengatakan proyek pembuatan jalan dengan pola menimbunan laut, hubungkan daratan Boepinang dengan Kampung Bajo itu,

patut ditelisik

Sebab baru dikerja Juli 2014 lalu, kondisi pekerjaan mulai rusak. Andi Ruspar menduga pekerjaan itu seolah sengaja dibuat untuk tidak bertahan lama.

“Normalnya itu, harus dibuat dulu talut atau paling tidak, disusun dulu batu dikedua sisi jalan baru ditimbun. Kalau tidak, penimbunan rentan dan pasti akan terkikis habis oleh arus dan ombak,” tukasnya.

Politisi asal PKB ini berharap pekerjaan proyek penimbunan sepanjang 700 meter itu layak ditelusuri oleh aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin proyek-proyek di Bombana ini bukan cuma pencitraan, tapi dibarengi mutu. Jalan Boepinang-Kampung Bajo itu mulai terkikis oleh air laut,” ujarnya.

Tidak cuma hasil pekerjaan yang dikritik Lembaga Ham dan Kebijakan Publik Sipil Bombana ini, namun asas manfaat serta penempatan proyek ikut dipertanyakan.

“Kalau mau jujur, hadirnya proyek ini cuma buang-buang anggaran saja. Buktinya, pasca proyek itu bukan disyukuri malah jadi sumber konflik masyarakat,” tukas Andi Ruspar usai memantau di lapangan.

Sebab kata dia, hadirnya proyek itu telah menghambat akses lintasan perahu atau tambatan perahu warga Bajo Boepinang.

Bahkan kata Ruspar, proyek penimbunan itu telah mengganggu keseimbangan lingkungan wilayah pesisir, ekosistem laut serta pertumbuhan pohon bakau wilayah setempat. (DAR)

 

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top