Connect with us

Protes SK DO Rektor, Mahasiswa UHO Kendari Boikot Perkuliahan

Uncategorized

Protes SK DO Rektor, Mahasiswa UHO Kendari Boikot Perkuliahan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Protes kebijakan rektor Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara lantaran mengeluarkan (Drop out) dua mahasiswa dan skorsing satu orang mahasiswa terus berlanjut di kampus tersebut. Para mahasiswa, Senin (15/9/2014) memboikot kegiatan perkuliahan di setiap fakultas yang ada di Universitas Negeri tersebut.

Sambil berorasi para mahasiswa mengumpulkan kursi dan meja untuk menutup ruangan fakultas. Aksi mereka dimulai dari gedung Fisip, FKIP kemudian long march menuju fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, FIB, Tehnik dan Fakultas Hukum.
Para mahasiswa mendesak Rektor UHO, Prof. Usman Rianse, untuk segera mencabut surat keputusan drop out terhadap Filman Ode, Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Haluoleo.

“Rektor harus segera mencabut SK DO terhadap tiga rekan kami yang memimpin lembaga kampus, yakni Filman Ode, Fahreza Eka Putra Sekretaris MPM dan saudara kami Mardamin Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan bisnis. Jika tidak kami tidak akan berhenti melakukan aksi, hari ini perkuliahan kami boikot,” teriak salah seorang mahasiswa.

Tak hanya itu, mereka juga memprotes pelarangan mahasiswaa yang berdemonstrasi tanpa izin dari Dekan.
“ SK drop out dan skorsing itu menyalahi aturan akademik mengenai mekanisme dan prosedur pemberian sanksi drop-out bagi mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi. SK Rektor tidak prosedural, karena sanksi DO harus melalui pertimbangan senat fakultas terlebih dahulu dan tidak bisa dilakukan sepihak oleh Rektor,” Tegas mahasiswa.

Ketua BEM Universitas Haluoleo Al Munansar mengatakan, mereka akan terus melakukan aksi hingga Rektor mencabut SK Drop-out tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke Ombusdman perwakilan Sultra dan LBH Kendari.
“ Kami tidak akan berhenti selama Surat keputusan Rektor soal DO tiga rekan kami tidak dicabut. Masak hanya alasan menggelar aksi saat pembukaan Expo UHO, Rektor harus mengeluarkan rekan kami dari Kampus,” tegasnya.
Selayaknya selaku orang tua, Rektor melakukan pembinaan bukan langsung mengeluarkan mahasiswa. “ Pertimbangannya berdasarkan panduan akademik pasal 26 poin 1 dan 2 tentang pelanggaran peraturan akademik dan etika. Tidak sinkron dengan pasal 5 tentang hak dan kewajiban serta etika, jadi putusan DO oleh rektor sangat emosional,” tukas Al Munansar.

Untuk diketahui, surat keputusan Drop-out tersebut diterbitkan Rektor UHO sejak 2 september lalu.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top