Connect with us

Produk Gembira Desa Bombana Kembali Dikritik

bombana

Uncategorized

Produk Gembira Desa Bombana Kembali Dikritik

BOMBANA,SUARAKENDAI.COM- Penerapan salah satu item program Gembira Desa milik Bupati/wakil Bupati Bombana (Tafdil-Mashura) kembali dikritik oleh  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana.

Kegiatan dengan mengajak sejumlah Kepala Desa (Kades) untuk “Jalan-jalan” ke Bandung dinilai pemborosan dan tidak subtantif untuk memajukan sebuah Desa.

Sudirman, anggota DPRD Bombana mengatakan dengan label pemberdayaan aparatur, lalu membawah para kades ke Bandung dinilai tidak efektif. Item penerapan produk Gembira Desa ini, kata dia mesti dikaji ulang.

“Jika tujuannya untuk memberi pengetahuan buat aparatur Desa, alangkah baiknya, memanggil tutor atau pengajar untuk memberi pengetahuan di Bombana. Para aparatur desa dan BPD bisa dikumpul lalu diberi pengetahuan itu lebih efektif, ketimbang mengajak para kepala desa untuk jalan-jalan keluar,” ungkap Sudirman

Senada dengan itu, Makmur, anggota Dewan lainnya,  menilai kegiatan para kepala desa ke Bandung tersebut, lebih dominan jalan-jalan ketimbang asas manfaat bagi desa.

Diketahui dalam setahun, anggaran rutin tiap Desa/kelurahan di Kabupaten Bombana diplot sebanyak 350 juta. Namun peruntukan anggaran tersebut, kerap menuai kritik sebab kadang melenceng dari  apa yang diharapkan Dewan.

Satu diantaranya yakni hadirnya item pemberdayaan aparatur Desa. Dengan anggaran bervariatif  hingga menembus angka sekitar 10 juta tiap desa per tahunnya. Program andalan Tafdil-mashura ini, acap kali mendapat kritikan

Pekan lalu, anggaran tersebut telah digunakan, dengan mengajak sejumlah kepala desa untuk tour ke Bandung dengan tujuan, semacam gaya ala study Banding.

Saat dipermasalahkan di DPRD,  Asisten III Pemkab Bombana Sulkarnaeni, mencoba membela program ini. Menurutnya, perjalanan sejumlah kepala desa ke Bandung, bukan sekedar jalan-jalan biasa.

Tapi  para kepala desa sambung  Sulkarnaeni, telah dijadwalkan untuk bertemu sejumlah desa di Bandung. Bahkan kata mantan kadis perhubungan Bombana ini, para kades Bombana tersebut ikut dijadwalkan untuk bertemu dengan ustadz AAgym di Jakarta. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top