jQuery.noConflict(); Polisi Tangkap “Mafia Besar” Ilegal Logging di Sultra » Suara Kendari
1:47 am - Saturday October 25, 2014

Polisi Tangkap “Mafia Besar” Ilegal Logging di Sultra

213 Viewed Yos Hasrul 0 respond
Kapolda Sultra Brigjen Polisi Arkian Lubis memeriksa barang bukti kayu sitaan milik pelaku ilegal logging di Sultra. foto: Sarman/suarakendari.com
Kapolda Sultra Brigjen Polisi Arkian Lubis memeriksa barang bukti kayu sitaan milik pelaku ilegal logging di Sultra. foto: Sarman/suarakendari.com

 

Kepolisan daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, terus berkomitmen menujukan keseriusanya dalam memerangi kasus ilegal loging di Bumi Anoa ini. Keseriusan Itu dibuktikan dengan tertangkapnya ratusan kubik kayu rimba campuran, oleh jajaran direktorat kriminal khusus Polda Sulawesi Tenggara, pada tanggal 15 februari 2014 lalu, di perairan kabupaten Konawe utara, yang rencananya akan di selundupkan di wilayah Sulawesi Selatan.

Dari penangkapan itu, aparat kepolisian berhasil menyita 425 batang kayu rimba campuran jenis kandole dan kumaelu yang di muat melalui Kapal KLM Sinar Abadi, dan 1.117 batang kayu rimba campuran jenis kandole dan kumea, yang diangkut menggunakan kapal KLM Nirwana 2, yang seluruhnya  tanpa di lengkapi surat – surat resmi.

Kapolda Sultra di Drs. Arkian Lubis, S.H, saat meninjau kelokasi penampungan sementara kayu tangkapan tersebut, di pelabuahan samudra, kendari, Sulawesi Tenggara Rabu (26/2), menegaskan kasus semacam ini harus di usut tuntas, karena dampaknya sangat berpengaruh besar terhadap lingkungan.

“Kami berkomitmen kasus ini harus di usut tuntas sampai kemeja pengadilan, karena saya lihat bila ini terus berlangsung merupakan sebuah pelanggaran yang bisa mengakibatkan bencana Alam yang besar, sehingga pelaku semacam ini harus di babat habis,” ujar Arkian Lubis.

Di tempat yang sama, Direktorat Kriminal khusus Polda Sultra Kombes. Pol Dul Alim mengungkapkan, bahwa terungkapnya kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, kemudian menetapkan salah seorang menjadi target operasi.

Saat ini polisi juga telah mengamankan 10 tersangka, diantaranya satu orang pelaku berinisial A, yang di duga sebagai pemilik sekaligus otak dari penyelundupan ratusan kubik kayi ilegal tersebut. “Memang kami sudah target, karena dia itu raja hutan, yang tidak pernah tersentuh, kami sudah menetapkan 10 orang tersangka termasuk tersangka utama berinisial A ,kami sudah melakukan pemeriksaan dan jelas tersangka, merupakan pemain besar atau pemodal mafia, yang selama ini menjadi target operasi,” Kata Dul Amin.

Saat ini ratusan kubik kayu ilegal tersebut masih di amankan di dua tempat berbeda, yakni di pelabuhan Samudra dan di wilayah perkantoran Poliarut Kendari, untuk selanjutnya di titip di Rumah penampunagn barang sitaan negara (Rumpbasan) Kelas I A, di jalan Haluoleo Kompleks Bumi Praja Aundonohu.

Atas tindakan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara hingga miliyaran Rupiah tersebut pelaku di jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 78 ayat (5) dan ayat (7) JO, pasal 50 ayat (3) huruf f dan h UU RI No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan pasal 83 ayat (1) huruf c JO. Pasal 12 huruf e dan m UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pembersantasan perusakan hutan JO Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan pasal 56 ayat (1) KUHP. dengan ancaman hukuman di atas Lima tahun penjara.

Informasi terakhir yang di himpun media ini, masih ada puluhan kubik kayu lagi yang berhasil di amankan, rencanya akan tiba di kendari , Rabu malam. (MAN)

Don't miss the stories followSuara Kendari and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Aksi unjuk rasa pedagang pasar kota. foto: LINA/SUARAKENDARI.COM

Pedagang Minta Pasar Sentral Kota Digratiskan

Kapolda Sultra Brigjen Polisi Drs Arkian Lubis SH dalam dalam kegiatan melantik personil baru Brimob Sultra. foto: Sarman/suarakendari.com

Brimob Siap Amankan Pemilu

Your comment?
Leave a Reply

Baca Juga Berita iniclose