Polisi Diminta Usut Penyebar Merkuri di Bombana

BOMBANA-SUARAKENDARI.COM. Warga Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penggunaan bahan berbahaya, Merkuri atau air Raksa (Hg) di wilayah pemukiman Kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana.

Jumat pekan Lalu, sekelompok pengusaha emas diwilayah itu, digrebek aparat Polres Bombana dan Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) akibat dugaan menggunakan bahan Merkuri dalam mengais emas.

Wargapun marah sebab pembuatan itu dilakukan disekitar pemukiman penduduk serta dekat dengan area persawahan masyarakat. “Ini sudah kelewatan sekali. Merkuri itu amat berbahaya bagi kesehatan manusia. Kenapa mereka lakukan ditengah pemukiman penduduk. Kami harap polisi mengusut tuntas siapa pelakunya,” jelas Sudirman warga Rumbia.

Merkuri merupakan golongan logam berat berbentuk cairan. Kerap digunakan para penambang untuk memisahkan kandungan emas dengan bongkahan tanah. Namun dalam cairan merkuri itu, mengandung racun, yang bisa membuat kanker pada organ tubuh manusia.

Makmur, Kepala Bidang Amndal BLH Kabupaten Bombana saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penggunaan Merkuri tersebut diwilayah Lameroro. “Itu tidak boleh, kami sudah setopkan aktivitasnya. Dilapangan kami temukan adanya penggunaan merkuri itu,” ujar Makmur

Bukan cuma merkuri, tapi pengelolah emas di lameroro tersebut, rupanya tidak memiliki analisis dampak lingkungan (Amndal). “Disana itu, tidak ada izin Amndal yang dikeluarkan mengolah diwilayah (dilokasi Lameroro) itu. Makanya saya setopkan aktivitas untuk dilokasi itu,” terangnya.

Terkait tindak lanjutnya, sambung Makmur pihaknya telah menyerahkan kepada pihak yang berwajib. “Untuk urusan tindak pidananya (terkait amndal maupun penyalahgunaan Merkuri itu), saya serahkan kepada aparat yang berwajib (polisi),” tukas Makmur

Sementara itu, Hamrul Halim SH anggota tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Bombana membenarkan kejadian itu. “Untuk pengusutan kasus ini, sementara kami proses,” ujarnya lewat via telpon.

Hamrul mengatakan, pemakaian bahan Merkuri itu sekedar uji sampel. Dilakukan baru dua hari. Namun jawaban dari Tipiter itu bertolak belakang dengan amatan masyarakat yang tinggal di wilayah Lameroro.” Aktivitas mereka itu, Kira-kira sudah hampir sebulan beroperasi di wilayah kami,” ujar Iwan warga Lameroro. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *