Connect with us

Polda Sultra Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Hukum & Kriminal

Polda Sultra Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar simulasi pelatihan pra operasi mantap brata 2014 dalam rangka pengamanan pemilu legislatif dan presiden di Lapangan Sultra Safety Driving Center (SSDC), Kamis (6/3/2014).

Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Arkian Lubis, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan hari itu merupakan rangkaian dari kegiatan yang telah dilakukan selama empat hari setelah diberikan teori kepada seluruh anggota untuk menghadapi pemilu.

“Selama kurang lebih empat hari kami telah melakukan pembekalan kepada anggota berupa teori, tapi kami sadar bahwa sesuai dengan perkembangan situasi dan dikaitkan dengan kerawanan yang ada, maka kami perlu melakukan simulasi seperti yang telah dilakukan,” katanya.

Menurutnya, simulasi yang dilakukan hari itu mengajarkan kepada seluruh anggota untuk mengetahui dan memahami bagaimana tugas dan fungsi masing-masing ketika berada di lapangan.

“Kitakan tidak tahu segala bentuk kerawanan yang mungkin terjadi di lapangan, untuk itu melalui simulasi yang dilakukan hari ini, para anggota kami tahu harus bagaimana dan bertindak seperti apa ketika menghadapi kekacauan dalam pemilu,” ujarnya.

Segala bentuk kekacauan yang mungkin saja terjadi pada saat kampanye hingga menjelang perhitungan suara telah diidentifikasi sebelumnya, sehingga para anggota juga siap untuk menghadapi.

Dalam simulasi yang dilakukan hari itu, pihak kepolisian memperlihatkan bagaimana menghadapi amukan massa jika tidak terima dengan hasil pemilu, mulai dari pasukan dalmas, pasukan pengurai massa hingga penembakan gas air mata serta beberapa penembakan peringatan kepada mass aksi.

Pihak kepolisian juga tidak ingin gegabah dalam menindaki massa yang melakukan unjuk rasa, sehingga pendekatan preventif pada awalnya juga tetap dilakukan. Nampak pula pasukan gegana yang mengamankan bahan peledak dan bahan yang dicurigai mengandung bahan peledak berbahaya, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan hal-hal ceroboh, jika mendapati masalah dilapangan harus segera menghubungi pihak kepolisian terdekat. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top