Connect with us

Pilkades Ricuh, 24 Warga Tiworo Diamankan

polisi aman eksekusi lahan

Uncategorized

Pilkades Ricuh, 24 Warga Tiworo Diamankan

RAHA, SUARA KENDARI.Com-Ada ada saja ulah masyarakat di Kecamatan Tiworo Utara. Gara gara ricuh  Selasa (28/1), terpaksa 24 orang warga setempat diamakankan pihak berwajib. Kericuhan tersebut dipicu  lantaran terdapat kelebihan kertas suara sebanyak dua lembar ketika dilakukan perhitungan suara,dan selisih suara antara kandidat yang menang dan kalah,juga berselisih dua suara.

Warga  yang tak bisa menahan emosinya akhirnya  melakukan tindakan nekad dengan merusak kotak suara dan  membakar surat suara tersebut. Imbas dari kericuhan ini sebanyak 24 warga setempat diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga terlibat  aksi tersebut.

Kericuhan dalam pilkades di Kecamatan Tiworo Utara belum berakhir. Kamis (30/1) puluhan masyarakat Desa Tiga yang dikoordinir oleh Agus melakukan aksi di kantor BPMD dan Polres Muna. Mereka menuntut agar BPMD menganulir hasil pilkades.

Aksi masa yang dipimpin  Agus, tidak hanya berakhir pada unjuk rasa semata. Agus juga  menuding Camat Tiworo Utara memihak kepada salah satu calon lantaran saat Pilkades pertama digelar, Camat Tiworo Utara membawa lari kotak suara.

Menanggapi aksi masa ini diitempat terpisahh  Kabid Pemerintahan Desa BPMD Muna,Nazaruddin menegaskan bahwa keputusan panitia yang telah menetapkan pemenang itu bukan hasil final. “Nanti kita akan tindaklanjuti laporannya,”tegas Nazaruddin. Terkait persoalan itu pihaknya akan segera memanggil ketua panitia dan BPD untuk dimintai  klarifikasinya.

Mendengar jawaban Kabid BPMD, massa akhirnya  menuju Polres Muna. Di Polres,mereka mendesak kepolisian untuk segera membebaskan  24 warga yang ditahan. Dihadapan masa ,Kapolres Muna, AKBP Sempana Sitepu menjelaskan bahwa ke 24 warga tersebut diamankan untuk dimintai keteranghannya terkait insiden pengrusakan kotak suara dan pembakaran kertas suara. Tindakan tersebut merupakan upaya penegakan hukum.

“Ke 24 orang itu statusnya kita amankan. Kita lakukan pemeriksaan, bila tidak ada bukti terlibat pengrusakan akan kita keluarkan. Yang terbukti, kita akan proses hukum,”tegas Sempana.( TRI )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top