Connect with us

Pilcaleg di Kendari Diwarnai Sejumlah Insiden

Hukum & Kriminal

Pilcaleg di Kendari Diwarnai Sejumlah Insiden

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Insiden mewarnai pelaksanaan pesta pencoblosan disejumlah TPS Rabu (9/4) kemarin. Dampak anjuran KPUD yang memberikan kesempatan pada pemilih untuk menggunakan KTP membuat petugas KPPS harus kalang kabut.

Di TPS 2 di jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari, misalnya diserbu para pemilih yang gunakan KTP untuk datang mencoblos. Akibatnya, para pemilih yang memiliki surat panggilan harus terlibat antrian panjang dengan pemilih KTP dan nyaris terlibat bentrok di dalam TPS.

Kondisi ini semakin diperburuk dengan lamanya para pemilih yang melakukan pencoblosan di dalam bilik suara. Sejumlah petugas kepolisian dan petugas linmas berkali-kali terpaksa harus bertindak tegas engatur para pemilih yang sudah mulai emosi.

“Saya dari jam 9 pagi menunggu untuk memilih, tapi baru bis mencoblos sekitar jam tiga sore,’kata Asri, seorang warga di sana. Sementara petugas KPPS di TPS 2 tak mampu mengendalikan emosi warga pemilih yang sejak pagi menunggu antrian.

“Kami sudah berkali-kali mengingatkan warga untuk sabar dan tertib, tapi mereka tetap memaksa masuk karena takut tidak bisa memilih,”kata Rianto, petugas KPPS setempat.

Pantauan di TPS 2 warga yang tidak sabar terpaksa harus berkerumun di dekat bilik suara untuk mencoblos. bahkan ssatu bilik suara dipenuhi dua sampai tiga pemilih yang melakukan pencoblosan secara bersama-sama.

Insiden yang sama juga terjadi di TPS 1 di Jalan MT Haryono Kelurahan kemaraya.Warga yang kuatir tidak bisa memilih harus berebut masuk bilik suara. Ketegangan antara sesama pemilih ini membuat petugas linmas terpaksa harus  berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan situasi.

Dari fakta tersebut, nampaknya ada banyak kelemahan dari sistem pencoblosan pemilu kali ini agar dapat dievaluasi, dimana para pemilih yang diharuskan mencoblos empat lembar kartu suara kebanyakan mengambil waktu pemilih yang lain. Bahkan satu pemilih harus berada di bilik suara selama lima sampai tujuh menit.

“Ini membuat jadwal pemilihan harus molor berapa jam dari jam yang ditetapkan KPUD. Saya kira ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk pemilu mendatang,”kata Rianto. Akibatnya, batas waktu yang ditentukan KPPS harus molor hingga pukul 5 sore pencoblosan. YS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top