Connect with us

PHRI Harus Menjadi Trigger Pariwisata di Sultra

Pariwisata

PHRI Harus Menjadi Trigger Pariwisata di Sultra

PHRI Harus Menjadi Trigger Pariwisata di Sultra

Suarakendari.com-Hotel merupakan front terdepan dalam memperkenalkan budaya pariwisata Sulawesi Tenggara. Dengan demikian hotel sesungguhnya adalah trigger dari sektor pariwisata pariwisata yang sangat diandalkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

“Akar dari ilmu perhotelan yang sesungguhnya adalah tourism, artinya bicara tourism maka kita akan bicara budaya dan pariwisata di sana, sehingga sudah sewajarnya hotel menjadi trigger pariwisata yang akan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan potensi pariwisata di Sulawesi Tenggara,”demikian Yusuf Maulana, GM Plaza In Hotel di hadapan puluhan jurnalis, saat menggelar konfrensi pers kegiatan Festival Benua 2017.

Senada dengan itu, mantan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Sulawesi Tenggara, Hendro yang juga GM Hotel Imperial Kendari, menegaskan, konsolidasi antar hotel di bawah naungan PHRI harus terus dijaga demi mendukung kemajuan pariwisata yang tengah digencarkan pemerintah. Ia menilai, sektor perhotelan dan restoran memegang peranan penting dalam sektor pariwisata Nusantara. “Pariwisata, terutama hotel dan restoran menjadi ujung tombak industri pariwisata indonesia,”kata Hendro.

Nah, untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras dan strategi jitu agar pariwisata Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara semakin diminati wisatawan mancanegara dan wisatwan nusantara.

Karena itu, Ia mengaku sangat mendukung kegiatan pariwisata yang kini tengah bergerak di daerah, salah satunya melalui ivent-ivent festival budaya dan pariwisata, seperti perhelatan Festival Benua yang akan digelar 23 Desember 2017.

Pada kesempatan itu Plaza In Hotel meluncurkan brand baru pariwisata sebagai ikonik yakni, Boneka Anoa. Pengambilan boneka Anoa sebagai Brand mengingat Anoa sebagai hewan dilindungi khas sulawesi yang populansinya cukup besar di Sulawesi Tenggara. “Ini bagian dari kita mengkampanyekan perlindungan terhadap satwa dilindungi di Sulawesi Tenggara. SK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pariwisata

To Top