Connect with us

Pesisir Hakatotobu Tercemar Limbah Tambang

Suara Lingkungan

Pesisir Hakatotobu Tercemar Limbah Tambang

KOLAKA, SUARA KENDARI.COM-Kerusakan lingkungan  terjadi disepanjang pesisir Desa Hakatotobu akibat  sedimentasi lumpur merah limbah tambang. Lumpur nampak memerahkan air laut hingga mencemari lokasi budidaya rumput laut milik nelayan setempat. 

Menurut Ir Agus Andi, Kepala Bidang Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Kolaka. Sebelum ada aktifitas pertambangan di daerah tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang memiliki lahan (tanah) di bukit Desa.

Hal ini dilakukan karena melihat jarak antara bukit begitu dekat dengan daerah pesisir laut Hakatutobu. Sehingga, apabila dilakukan pembukaan lahan, otomatis akan berdampak ke pesisir laut terlebih ke masyarakat yang menggantungkan hidupnya di pesisir laut.

“Kami sudah mengatakan kepada masyarakat untuk tidak membuka daerah pesisir, jika hal itu dilakukan maka akan terjadi sedimentasi. Tapi, mereka bilang ini adalah tanah saya, terserah saya mau sewakan atau lebih dari itu ini adalah hak saya. Jadi memang masalah ini harus dijernihkan,” ungkap Agus Andi, saat ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Dengan kondisi pesisir Hakatutobu yang berwarna merah akibat adanya sedimentasi lumpur merah, lanjutnya lagi, sejak 2011 pesisir Desa Tambea hingga Desa Hakatutobu, masyarakat tidak direkomendasikan lagi melakukan budidaya di daerah tersebut. Selain itu, telah ada keputusan Bupati Kolaka nomor 178 tahun 2012, tentang perlindungan dan rehabilitasi wilayah pesisir desa Tambea sampai Hakatutobu.

“Wilayah Tambea hingga Hakatutobu, sudah ditetapkan sebagai daerah tambang mengingat kondisi perairan atau pesisir yang telah rusak akibat adanya pembukaan lahan yang sangat signifikan di daerah itu,” jelasnya. (MIN)

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. Linda

    April 5, 2015 at 3:09 am

    Untuk Peta Kamtibmas, Polres Kota Pariaman belum memiliki peta teidsnerri karena memiliki wilayah hukum yang terbagi di 2 wilayah pemerintahan, yaitu Kota Pariaman dan Kab. Pd. Pariaman, mohon bantuannya untuk meng Cutting wilayah Polres Kota pariaman dengan wilayah Kec. Pariaman Tengah, Kec.Pariaman Utara, Kec. Pariaman Selatan, Kec.Kp. Dalam, Kec. Sei. Limau, Kec. Sei. Geringging, Kec. V Koto Timur, Kec, Batang Gasan dan Kec. Aur Malintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top