Connect with us

Perubahan Iklim Pengaruhi Ekonomi Nelayan

Suara Lingkungan

Perubahan Iklim Pengaruhi Ekonomi Nelayan

KONSEL, SUARAKENDARI.Com-Perubahan iklim membuat kondisi ekonomi nelayan semakin terpuruk. Angin dan gelombang kerap datang dan sulit diprediksi membuat nelayan sering tidak bisa melaut. Pendapatan nelayan pun melorot dan kesulitan mencukupi kebutuhan keluarga dipicu penurunan ekonomi nelayan.

Sejumlah nelayan di Konsel mengaku keprihatinan terhadap kondisi buruk pada perubahan iklim saat ini. “Dalam setahun nelayan hanya bisa melaut 160 hari karena tingginya gelombang mengakibatkan nelayan makin terpuruk,” kata Usman seorang nelayan. Usman nelayan, mengatakan banyak nelayan beralih pofesi menjadi buruh karena kondisi tak kunjung membaik. Warga berharap ada bantuan pemerintah untuk memberikan solusi paa nelayan menyikapi perubahan iklim tersebut.

Di Kecamatan Kolono terdapat 31 desa, 26 diantaranya adalah desa pesisir. Di sepuluh desa ini telah memberikan tanda-tanda kurang menggembirakan bagi nelayan setempat. Beberapa nelayan mengatakan tidak dapat lagi menghitung arah angin akibat perubahan yang terus berubah-ubah.

“Kalau dulu patokan kita pakai tanda alam yakni dengan melihat arah angin dan bintang sehingga bisa berhari-hari di laut mencari ikan,  tapi kini kita tak lagi berani melaut sampai jauh,”kata Usman. Semua ini adalah ancaman serius bagi nelayan dan ancaman bagi kehidupan laut di pesisir.

Wilayah yang berada di balik gunung dan seluruh desanya hidup berdampingan dengan hutan dan lautan. Daerahnya mekar dari tujuh   desa menjadi belasan desa kini. Masyarakatnya memiliki tiga sumber mata pencaharian, petani, nelayan dan peternak.

Kegiatan nelayan beragam, dari nelayan pancing, nelayan pukat, keramba, nelayan bubu, nelayan sero dan nelayan bagang. Pada saat kegiatan melaut tidak dapat dilakukan, terutama pada saat ombak tinggi dan arus kencang di musim barat, nelayan masih memiliki kegiatan penghidupan lain. SP

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top