Connect with us

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Membaik

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Membaik

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan. Bahkan saat ini pertumbuhan ekonomi Sultra berada diatas rata-rata nasional, dimana angka rata-rata nasional menunjukkan angka 4 sampai 5 persen, sementara pertumbuhan ekonomi di Sultra menunjukkan angka 8 sampai 9 persen.

Salah seorang Pakar Ekonomi Sultra, DR Azhar Bafadal menjelaskan, bahwa sektor pertanian mendominasi laju pertumbuhan ekonomi Sultra dari sembilan sektor yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi.

“Kilas balik pada tahun 2008 hingga saat ini, atau kita hitung lima tahun sebelumnya sampai saat ini, perkembangan ekonomi Sultra menunjukkan angka yang memuaskan, dimana pertumbuhan ekonomi kita bisa dikatakan tinggi karena melebihi angka pertumbuhan ekonomi secara nasional, kita ketahui angka pertumbuhan nasional bermain di angka 4 dan 5 persen, sementara Sultra bermain di angka 8 dan 9,” jelasnya.

Sektor pertanian menyumbangkan sekitar 33 persen sampai 35 persen, dibandingkan delapan sektor lainnya, seperti pertambangan, transportasi, jasa, industri, perhotelan, komunikasi dan beberapa sektor lainnya. Sehingga pertanian memang mendominasi sektor lainnya.

“Untuk sektor pertanian saja, ia tunggal dan mampu menyumbang hingga angka 35 persen, kalau dari sektor pertambangan hanya mampu menyumbangkan sekitar 14 atau 15 persen, sementara industri baru bermain diangka 6 dan 7 persen,” terangnya.

Sebagai seorang pakar ekonomi, ia menilai sektor pertanian mampu bertahan hingga lima tahun kedepan, jika pemerintah tidak memperbaiki dari sektor pertambangan dan industri, dimana dua sektor ini diharapkan mampu menjadi penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Sultra.

Sektor pertanian, diakuinya selalu mendominasi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, meskipun cepat atau lambat sektor ini akan dikalahkan dengan sektor lainnya, jika pemerintah mampu mengelolah dengan baik sektor industrinya. “Kalau bicara masalah tambang, memang daerah kita menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan tambangnya, tapi bukan berarti tambang menjadi penyumbang terbesar, meskipun besar hasilnya tapi yang menyumbangkan sedikit, berbeda dengan sektor pertanian yang menyumbang besar karena sebagian besar penduduk kita masih melakukan aktivitas pertanian jadi orang yang menyumbang banyak juga,” tukasnya.

Sementara itu, di beberapa daerah yang sudah maju, sektor industri pasti mendominasi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, hanya saja untuk Sultra, sektor industrinya masih kurang, Pabrik Packing Plant yang saat ini dibangun pemerintah di Lapuko, belum menjamin untuk sektor industri.

“Memang benar pembangunan pabrik di Lapuko akan menambah nilai ekonomi kita, tapi itu belum ada apa-apanya, karena kita hanya dapat bagian pengepakannya saja, sementara proses pembuatannya masih dilakukan di luar daerah, yang kita butuhkan itu sebuah pabrik yang mulai dari proses pembuatan, pengepakan dan pendistribusiannya dilakukan di daerah kita sendiri, bukan di daerah lain, jika pemerintah mampu melakukannya, maka saya jamin pertumbuhan ekonomi kita akan lebih tinggi lagi dan tidak dikuasai sektor pertanian,” jelas Azhar.

Solusi tepat yang perlu dilakukan pemerintah dalam lima tahun kedepan, yakni harus mampu meyakinkan pihak investor untuk segera membangun pabrik di Sultra, sehingga sumber daya alam yang dihasilkan di Sultra, tidak perlu diekspor di luar negeri, cukup kita kelolah sendiri.

“Jika kita punya pabrik sendiri tentu perekonomian kita semakin bagus, bukan hanya efisiensi harga, tapi kita juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, yakin saja dimana ada pabrik baru, maka akan menyerap tenaga kerja kita, jadi pengangguran akan semakin berkurang, kita juga akan mampu menguasai teknologi tidak bergantung dari daerah orang lain lagi,” sarannya. (LINA)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top