Connect with us

Perlu Ada Zona Larangan Tangkap di Perairan Laut Konsel

Uncategorized

Perlu Ada Zona Larangan Tangkap di Perairan Laut Konsel

KONSEL, SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Konawe Selatan sudah saatnya menerapkan zona larang khusus menangkap ikan di perairan Konsel, mengingat makin meningkatnya praktik penggunaan peralatan tangkap ilegal, seperti bom ikan, pembiusan karang dan penggunaan pukat harimau. Praktik tangkap dengan peralatan yang tidak ramah lingkungan berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan para nelayan. Namun, zona larangan tangkap ini bersifat sementara dan dalam jangka waktu tertentu saja, dalam rangka memulihkan kerusakan lingkungan perairan laut.

“Pemerintah Konsel harus membuat satu zona larangan tangkap agar mengembalikan fungsi perairan seperti sediakala,”ungkap Deni,salah satu aktifis LSM yang member perhatian pada lingkungan hidup di Konawe Selatan.

Menurut Deni, tingkat kerusakan di perairan Konsel cukup memprihatinkan, mengingat praktik tangkap illegal masih cukup tinggi. Selain itu dinas teknis perlu meningkatkan pengawasan diperairan laut konsel dan lebih banyak melibatkan masyarakat nelayan untuk mengawasi.

Zonasi larang tangkap sebenarnya sudah diatur dalam kebijakan zonasi masing-masing wilayah konservasi di bawah koordinasi Kemenhut, misalnya Balai Taman Nasional. Namun, kesadaran masyarakat untuk menaatinya dirasa masih perlu dorongan.

Disitulah para pihak terutama LSM yang bergerak di area pesisir berperan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat yang hidupnya bergantung pada laut untuk sadar mengenai perikanan berkelanjutan.

Menetapkan zona larang tangkap misalnya dilakukan dengan pemasangan tanda batas, membuat peraturan di kampung nelayan, mendirikan koperasi kredit, dan mengoptimalkan fungsi kelompok masyarakat pengawas.

Keberhasilan lainnya disebutkan oleh Taufiq Alimi seperti di Marimabuk dan Tolandono di Pulau Tomia Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara. Kini tidak ada nelayan yang memancing di zona larang tangkap dari yang semula dijumpai enam kapal nelayan per hari. Jumlah ikan kakap merah (Lutjanus gibbus) juga mengalami peningkatan sebanyak 52 persen. YOS

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top