Connect with us

Peresmian Pasar Sentral Kendari Ricuh, Pedagang dan Sat Pol PP Bentrok

Metro

Peresmian Pasar Sentral Kendari Ricuh, Pedagang dan Sat Pol PP Bentrok

 

KENDARI, SUARAKENDARI. COM : Peresmian pasar sentral kota Kendari, Sulawesi Tenggara oleh Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, Kamis (22/5/2014) diwarnai bentrokan.

Insiden itu berawal saat ratusan mahasiswa dan pedagang pasar sentral Kota Kendari, yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat (Gempur) terlibat saling dorong dengan polisi pamong praja

Bentrokan terjadi, karena para pengunjukrasa berusaha menerobos brigade pengamanan dengan menabrakkan mobil yang digunakan untuk berorasi. Tak hanya itu, pengunjukrasa dan aparat saling lempar hingga mengakibatkan kedua kelompok terluka.

Beruntung, aparat kepolisian Kendari berhasil memukul mundur para pedagang dengan menggunakan Water Canon. Akibat bentrokan itu, sejumlah pedagang dan aparat terluka, bahkan seorang pedagang jatuh pingsan.

Beberapa orang pengunjukrasa diamankan polisi yang ikut mengamankan lokasi peresmian pasar sentral Kendari.

” Kita saling dorong, tetapi saat saya terjatuh, polisi menangkap saya tapi saya menolak, hingga akhirnya saya terluka,” tutur salah seorang pedagang.

Sementara itu, Tito salah seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut mengalami luka bagian telinga.

Para pedagang berunjukrasa saat melakukan aksi menolak peresmian pasar sentral kota Kendari, karena pemerintah kota Kendari enggan mengakomodir para untuk mendapatkan lods di pasar tersebut.

Para pedagang, menuntut agar walikota Kendari Ir. Asrun, menunda peresmian pasar sentral sebelum memberikan lods gratis bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran pasar tahun lalu.

Kepala pasar Kota Kendari, Abdul Rahim mengatakan, para pedagang yang melakukan aksi unjukrasa telah diberikan keringanan, namun mereka meminta gratis.

” Kami sudah memberi keringanan, kita hanya bebankan Rp.5 Juta dri harga Rp.37. Juta tetapi para pedagang minta gratis, tentu tidak bias sekalipun para pedagang tersebut adalah korban kebakaran di pasar sini,” tegas Rahim

Peresmian pasar sentral kota Kendari dilakukan menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Syarif Hasan, didampingi Gubernur Sultra, Nur Alam dan Walikota Kendari Ir. Asrun.

Pasar berlantai tiga berdiri di atas lahan 1,2 hektar dan bisa menampung sekitar 2000 pedagang. Pembangunan pasar tersebut mencapai Rp. 120 miliaran lebih yang dianggarkan selama 3 tahun dari APBD kota Kendari.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top