Peran Penting Tiga Komunitas Hijau RTH Laeya

SUARAKENDARI.COM-Keberadaan komunitas lingkungan atau green community dalam pembangunan ruang terbuka hijau memiliki peran strategis, sehingga keterlibatan kelompok pencinta lingkungan ini sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pembangunan perkotaan hijau. Inilah yang tengah dilakukan kelompok peduli lingkungan di wilayah Kecamatan Laeya, kabupaten Konawe Selatan yang ikut ambil peran dalam uisaha menghijaukan kawasan.

“Saya kira pelibatan komunitas dalam program kota hijau ini sangat tepat, sebagaimana diamanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang ruang terbuka hijau,” kata Sabrillah Taridala, penggiat lingkungan dari Komunitas Peduli Punggaluku (Kompak).

Sabrillah mengaku setidaknya sudah ada tiga komunitas yang berkomitmen mengambil peran pada upaya penghijauan kawasan laeya, masing-masing lembaga Kompak, Bripala Green dan Kompas (Komunitas Pasar). Lembaga-lembaga yang sudah berdiri sejak 10 tahun ini dengan suka rela membantu Pemerintah konawe Selatan mengembangkan ruang terbuka hijau sebagai upaya menuju kota hijau Konawe Selatan.

“Selama ini keberadaan komunitas hijau laeya sudah memberikan sumbangsih pada perbaikan lingkungan di daerahnya, baik dalam kegiatan penghijauan, kampanye penyadaran lingkungan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, serta membantu dalam kegiatan litigasi bencana alam, sehingga komitmen untuk membangun kawasan hijau menjadi poin penting bagi komunitas untuk menujukkan eksistensinya,”kata Sabri.

Seperti diketahui, Program Pengembangan Kota Hijau yang dirintis oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Pusat bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten dalam memenuhi ketetapan Undang-undang Penataan Ruang, terutama terkait pemenuhan luasan RTH perkotaan, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim di Indonesia. P2KH merupakan inovasi program perwujudan RTH perkotaan yang berbasis komunitas.

P2KH merupakan inisiatif untuk mewujudkan kota hijau secara inklusif dan komprehensif untuk mewujudkan 8 (delapan) atribut kota hijau, yang meliputi: perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi atau bangunan hijau, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *